Minggu, Juli 5, 2026

Buya Yahya Lempar Kritik, Semakin Kaya Semakin Susah Ngaji

MELIHAT INDONESIA – Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon sekaligus ulama kharismatik terkenal di Indonesia, menyentil para pengusaha yang tidak mampu mengatur waktu. Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengkritik mereka yang semakin kaya namun semakin sulit meluangkan waktu untuk kegiatan spiritual.

Buya Yahya menyentil tentang manajemen waktu, terutama bagi mereka yang telah mencapai kesuksesan finansial. Ia menyoroti fenomena di mana semakin banyak orang yang meraih kekayaan, tetapi justru semakin sulit mengatur waktu untuk ibadah dan mengaji.

“Saat Anda semakin kaya, lihatlah, mobil punya sopir sendiri, tukang masak sudah ada, kan? Mestinya ibadah dan ngaji Anda semakin gampang,” ujar Buya Yahya.

Menurutnya, dengan segala fasilitas yang dimiliki, seseorang seharusnya tidak kesulitan menyempatkan waktu untuk kegiatan keagamaan.

“Sopir ada, tukang masak ada, tukang bersih rumah ada. Cuman hari ini yang terjadi, semakin mulai kaya, semakin susah ngaji. Anda jangan seperti itu,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa seiring bertambahnya kekayaan, sering kali muncul berbagai alasan yang membuat seseorang semakin jauh dari kegiatan spiritual. “Sebab semakin banyak duit, semakin alasannya macam-macam. Wah ada rapat lah. Bos kok atur rapat di waktunya enggak ngaji?” katanya.

Buya Yahya menekankan bahwa seorang pemimpin atau bos seharusnya bisa mengatur waktu dengan baik, termasuk waktu untuk beribadah. Ia mencontohkan, jika perlu, seseorang bisa mengatur waktu ibadah pada jam 12 malam sekalipun. “Kalau perlu jam 12 malam nanti, jangan ganggu pengajian saya. Begitu kan katanya Bos. Bos kok enggak bisa ngatur?” ujarnya, dengan nada menekan. Buya Yahya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesibukan duniawi dan spiritual.

Lebih lanjut, Buya Yahya menyoroti bagaimana kesibukan sering kali menjadikan seseorang sebagai budak dari rutinitasnya. “Bagaimana kalau sudah naik nih ekonomi Anda, ekonomi Anda kok malah menjadi budaknya. Budak kesibukan,” katanya. Menurutnya, seharusnya semakin orang kaya, semakin bisa mengatur waktu, termasuk waktu untuk tahajud. “Semakin orang kaya, semakin bisa ngatur waktu. Tahajud kuat, ini jam aku harus istirahat. No bicara bisnis aku waktu ngaji, jangan ganggu,” tegasnya.

Dengan manajemen waktu yang baik, seorang pengusaha atau bos seharusnya bisa mengatur semua kegiatannya tanpa mengesampingkan ibadah. Dengan konsistensi, tidak ada alasan untuk menunda-nunda waktu ibadah hanya karena urusan bisnis. Menurut Buya Yahya, keseimbangan antara kehidupan dunia dan spiritual tidak hanya membuat seseorang lebih tenang, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Ia mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, termasuk untuk kegiatan spiritual.

Sebagai penutup, Buya Yahya mengajak para pendengar untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip agama meskipun telah mencapai kesuksesan. Ia kembali menekankan bahwa kegiatan bisnis dan ibadah bisa berjalan beriringan dengan manajemen waktu yang baik.(**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.