Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pesan tersebut dikirim dalam bentuk video melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
Politikus PDI-P, Guntur Romli, mengatakan video ucapan duka itu disampaikan kepada Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran pada Jumat (3/7/2026).
“Ucapan Duka Cita Ibu Megawati Soekarnoputri untuk Pelepasan dan Pemakaman Jenazah Ayatollah Ali Khamenei di Iran dikirimkan ke Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Jumat 3 Juli 2026,” kata Guntur, Rabu (8/7/2026).
Menurut Guntur, video tersebut menggunakan bahasa Indonesia dan dilengkapi teks terjemahan dalam bahasa Persia. Pada hari yang sama, pesan itu juga ditayangkan secara nasional melalui stasiun televisi Channel One di Iran.
“Ucapan duka tersebut dalam bahasa Indonesia dengan subtitle bahasa Persia itu pun kemudian diputar dan disiarkan secara nasional di Iran oleh stasiun televisi Channel One pada Jumat (3/7/2026) lalu,” ucap Guntur.
Dalam video tersebut, Megawati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, para pemimpin, ulama, serta seluruh rakyat Iran. Ia menyebut kepergian Ali Khamenei merupakan kehilangan yang dirasakan tidak hanya oleh bangsa Iran, tetapi juga oleh masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” kata Megawati dalam video tersebut.
Megawati juga mengenang pertemuannya dengan Ali Khamenei saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran pada 2004. Menurutnya, sosok Khamenei meninggalkan kesan mendalam sebagai ulama yang sederhana sekaligus pemimpin yang memiliki kepedulian besar terhadap rakyatnya.
“Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” ujar Megawati.
Dalam pesannya, Megawati juga menilai Ayatollah Ali Khamenei memiliki semangat perjuangan melawan imperialisme dan kolonialisme yang sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Presiden pertama RI, Soekarno.
“Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno,” kata Megawati.
Ia turut mengenang pernyataan Khamenei yang pernah menyebut Pancasila dan semangat Konferensi Asia Afrika sebagai salah satu referensi penting bagi pembangunan Iran.
“Bagi saya, ini bukanlah pujian diplomatik. Itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa,” ucapnya.
Di akhir pesannya, Megawati kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog damai, penghormatan terhadap hukum internasional, serta nilai-nilai kemanusiaan.
“Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,” tutur Megawati.
Megawati kemudian menutup video tersebut dengan doa bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei serta rakyat Iran.