Selasa, Juni 9, 2026

Ganjar Pranowo Gagas Program Besar, 1.500 Konselor Siap Tangani Krisis Mental Anak Muda

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Krisis kesehatan mental di kalangan anak muda semakin mengkhawatirkan. Isu ini tak hanya berdampak pada individu, tetapi juga masa depan bangsa. Menyadari urgensi tersebut, Ganjar Pranowo mengambil langkah berani dengan meluncurkan program Teman Cerita, sebuah inisiatif besar yang melibatkan 1.500 konselor untuk mendampingi anak muda dalam menghadapi persoalan mental.

Diluncurkan di Kemang, Jakarta, pada Sabtu (15/2/2025), Teman Cerita menjadi salah satu program unggulan Yayasan Nalar Naluri Nurani yang didirikan mantan Calon Presiden nomor urut 3 itu. Program ini hadir sebagai solusi atas minimnya akses anak muda terhadap layanan kesehatan mental yang profesional.

“Kesehatan mental adalah kunci membangun SDM unggul. Sayangnya, banyak anak muda yang kesulitan mencari tempat bercerita. Akibatnya, mereka memendam masalah hingga berujung pada tindakan-tindakan negatif, bahkan bunuh diri,” ujar Ganjar.

Ia menegaskan, keberadaan Teman Cerita menjadi jawaban atas kebutuhan ruang aman bagi anak muda untuk berbagi cerita. Mereka yang merasa tertekan dapat menghubungi layanan ini melalui WhatsApp di nomor 0812 9999 8806, yang tersedia setiap hari.

“Di sini, kamu bisa bicara, menangis, marah, meluapkan emosi—semua itu bagian dari proses menenangkan jiwa. Peer counselor kami akan mendengarkan dengan empati,” lanjutnya.

Para konselor yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Fakultas Psikologi yang telah menjalani pelatihan dan bersertifikat. Mereka bekerja secara sukarela untuk membantu mengurangi beban mental anak muda yang membutuhkan pendampingan.

Keterbatasan tenaga profesional di bidang psikologi dan psikiatri menjadi salah satu alasan utama lahirnya Teman Cerita. Saat ini, Indonesia hanya memiliki kurang dari 3.000 psikolog klinis dan sekitar 1.100 psikiater untuk melayani lebih dari 270 juta penduduk.

“Angka ini jauh dari standar WHO yang merekomendasikan perbandingan 1:30.000. Di Indonesia, rasio tenaga profesional kesehatan mental adalah 1:68.500. Artinya, kita butuh lebih banyak dukungan dan kolaborasi,” jelas Ganjar.

Sekjen Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Mulyanto, turut mengapresiasi program ini. Ia menilai Teman Cerita sebagai langkah strategis yang dapat menjadi model bagi pendekatan kesehatan mental berbasis komunitas.

“Kami siap berkolaborasi, karena kesehatan mental bukan sekadar soal mencari solusi, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi mereka untuk didengar,” ungkapnya.

Ganjar menegaskan bahwa bangsa yang sehat mentalnya akan memiliki nalar yang baik, nurani yang tajam, serta naluri kemanusiaan yang kuat. Ia berharap program ini menjadi awal dari perubahan besar dalam penanganan isu kesehatan mental di Indonesia. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.