Minggu, Juli 5, 2026

Gus Baha Menyebut, Pemahaman Sunnah Rasul Bukan Sebatas Celana Cingkrang dan Jenggot

MELIHAT INDONESIA – KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha, menyampaikan kritik tajam terhadap mereka yang memahami sunnah Rasulullah SAW hanya dari segi penampilan luar seperti celana cingkrang dan jenggot. Dalam sebuah video YouTube yang tayang di kanal Youtube @AlGhifari27.

Gus Baha membagikan pengalamannya di sebuah acara di Jakarta, yang menggambarkan betapa dangkalnya pemahaman beberapa orang terhadap sunnah.

“Saya pernah diundang ke sebuah acara di Jakarta. Ada seorang kiai yang datang mengenakan sarung, sementara sebagian lainnya memakai celana cingkrang. Ketika acara dimulai dan kiai itu mulai memegang mic, setengah dari hadirin langsung meninggalkan tempat,” cerita Gus Baha.

Menurutnya, mereka meninggalkan acara karena kiai tersebut tidak mengenakan celana cingkrang, yang dianggap sebagai bagian dari sunnah Rasul.

Gus Baha kemudian bertanya kepada mereka yang keluar dari acara tersebut. “Bapak-bapak kenapa keluar? Mereka menjawab bahwa kiai tersebut tidak mengikuti sunnah Rasul,” lanjutnya. Gus Baha menyampaikan pandangannya tentang pemahaman sunnah yang lebih komprehensif.

“Rasulullah hafal Qur’an, saya kebetulan hafal Qur’an, jadi saya juga sudah mengikuti sunnah Rasul,” kata Gus Baha, singkat namun penuh makna.

Dalam video tersebut, Gus Baha mengajak umat Islam untuk tidak memandang sunnah Rasul hanya dari aspek yang mudah dan murah dilakukan seperti memotong celana hingga cingkrang. “Kalau mau sunnah Rasul dengan memotong celana, itu gampang dan murah. Tapi apakah hanya itu yang disebut sunnah Rasul?” tantangnya. Gus Baha menekankan bahwa sunnah Rasul mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari akhlak, ibadah, hingga muamalah dengan sesama manusia.

Ia mengkritik mereka yang menganggap penampilan fisik sebagai tolak ukur utama keimanan seseorang. Gus Baha mencontohkan pentingnya akhlak, kebaikan hati, kejujuran, dan kasih sayang dalam berinteraksi dengan sesama manusia sebagai bagian dari sunnah Rasul yang harus diutamakan. “Jadi saya mengerti bahwa mengikuti sunnah itu tidak hanya sebatas penampilan luar. Sunnah Rasul itu jauh lebih dalam dan menyeluruh daripada sekadar celana cingkrang dan jenggot,” jelasnya.

Dengan sindirannya ini, Gus Baha berharap umat Islam dapat lebih bijaksana dalam memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah SAW. “Kalau Anda ingin sunnah Rasul seperti saya, maka hafalkan Qur’an,” ujarnya kepada peserta pengajian. Ia mengingatkan bahwa penampilan fisik bukanlah tolok ukur utama dalam menilai keimanan dan ketakwaan seseorang.

Gus Baha juga mengajak umat Islam untuk lebih fokus pada pengamalan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW secara menyeluruh dan mendalam. Ia berharap bahwa dengan pemahaman yang lebih luas dan mendalam, umat Islam bisa menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Sindiran Gus Baha ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa esensi dari ajaran Rasulullah SAW tidak terletak pada penampilan luar, melainkan pada bagaimana kita menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Islam. “Padahal, sunnah Rasul itu mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari akhlak, ibadah, hingga muamalah dengan sesama manusia,” tambahnya.

Dalam konteks ini, Gus Baha menegaskan bahwa memahami sunnah Rasul membutuhkan pemahaman yang mendalam dan komprehensif. Dengan demikian, umat Islam dapat menjalankan ajaran-ajaran Rasulullah SAW secara utuh, tidak hanya berfokus pada aspek-aspek penampilan luar yang mudah dan murah dilakukan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.