Rais Aam Guru Besar PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyepakati kesepakatan baru setelah konflik internal yang terjadi di tubuh organisasi.
Kesepakatan tersebut dicapai usai keduanya menghadiri Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Konflik internal PBNU sebelumnya mencuat setelah Rais Aam Miftachul Akhyar merekomendasikan Gus Yahya untuk mundur dari jabatan ketua umum.
Rekomendasi itu merupakan hasil rapat harian Syuriyah PBNU yang digelar di Hotel Aston Jakarta pada 20 November.
Selanjutnya, Syuriyah PBNU menggelar rapat pleno di Hotel Sultan Jakarta pada 9 Desember.
Rapat pleno tersebut memutuskan penunjukan Zulfa Mustofa sebagai penjabat Ketua Umum PBNU hingga pelaksanaan Muktamar 2026.
Dalam kesepakatan terbaru, Rais Aam dan Wakil Rais Aam menerima permohonan maaf Gus Yahya terkait undangan terhadap Peter Berkowitz dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU.
Katib Aam PBNU Prof Moh Nuh menyampaikan bahwa Gus Yahya mengakui sikapnya yang kurang cermat dan ceroboh dalam peristiwa tersebut.
Menurutnya, sikap saling memaafkan itu mencerminkan tradisi NU yang mengedepankan akhlak, tabayun, dan penyelesaian masalah secara bijaksana.
Selain itu, Gus Yahya dan Rais Aam juga sepakat untuk segera menggelar Muktamar NU pada tahun depan.
Keduanya menyetujui pembentukan panitia bersama yang akan menentukan waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan muktamar.
Kesepakatan ini disebut bertujuan menjaga keutuhan organisasi serta memastikan keberlanjutan kepemimpinan PBNU secara sah dan legitimate.