Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menilai banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak terlepas dari kesalahan kebijakan para pemegang kekuasaan.
Ia menyampaikan hal ini dalam seminar nasional Refleksi Hari Antikorupsi Sedunia di Sekolah Partai PDI-P.
Hasto menyebut bencana tersebut sebagai peristiwa yang sangat memprihatinkan dan mengajak seluruh pihak melakukan kritik serta otokritik.
Ia menekankan pentingnya memperkuat sistem pencegahan korupsi, termasuk di lingkungan aparat penegak hukum.
Hasto menyatakan keprihatinan atas maraknya kasus korupsi yang justru melibatkan aparat, yang menurutnya seharusnya menjadi pihak paling bersih.
Pada saat yang sama, BNPB melaporkan penambahan 40 jenazah korban bencana, sehingga total korban meninggal mencapai 961 jiwa.
Korban meninggal di Aceh bertambah menjadi 389 jiwa, di Sumatera Utara mencapai 338 jiwa, dan di Sumatera Barat naik menjadi 234 jiwa.
BNPB menyebut masih ada 293 korban yang hilang dan pencarian terus dilakukan tim gabungan di lapangan.