Rabu, Mei 27, 2026

Investor Global Serbu Surat Utang RI, Pemerintah Kantongi Rp 45 Triliun

Pemerintah kembali memanfaatkan pasar keuangan global untuk memperkuat pembiayaan APBN. Melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) berdenominasi valuta asing, Kementerian Keuangan berhasil meraih dana US$ 2,7 miliar atau setara Rp 45,34 triliun (kurs Rp 16.798 per dolar AS) pada Januari 2026.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan, penerbitan global bond di awal tahun mendapat respons kuat dari investor global.

“Pada awal tahun 2026, penerbitan SBN valas mencatatkan permintaan yang kuat dari investor global. Pemerintah berhasil menerbitkan global bonds sebesar US$ 2,7 miliar,” kata Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers APBN KITA di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Tiga seri yang diterbitkan yakni RI0231 tenor 5 tahun US$ 1,1 miliar (yield 4,400%), RI0236 tenor 10 tahun US$ 1,1 miliar (yield 5,000%), dan RI0256 tenor 30 tahun US$ 500 juta (yield 5,500%).

“Adapun total permintaan investor mencapai US$ 7,7 miliar. Dengan bid to cover ratio sebesar 2,6 kali untuk tenor 5 dan 10 tahun, serta 3,8 kali untuk tenor 30 tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan minat investor terhadap SBN Indonesia masih tinggi.

“Indonesia menjadi salah satu sovereign Asia pertama yang menerbitkan US dollar bond pada tahun 2026 ini dengan final yield berhasil ditekan cukup baik sekitar 30 basis points dari indikasi awal dan ke depan strategi pembiayaan valas akan terus dilakukan secara oportunistik, terukur, dan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.