Jumat, Mei 1, 2026

Istana Akhirnya Kembalikan ID Wartawan CNN: ‘Menyesal, Tak Akan Terulang’

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Yusuf Permana mengembalikan kartu identitas liputan khusus Istana milik wartawan CNN Indonesia TV, Diana Valencia, Senin (29/9/2025).

Penyerahan ID khusus itu dilakukan di lingkungan Istana Jakarta dan disaksikan oleh Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV Titin Rosmasari, pihak Dewan Pers, serta jajaran Biro Pers. Diana turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“ID khusus Istana itu pun sekarang akan dikembalikan ke yang bersangkutan. Disaksikan juga oleh pemred-nya Bu Titin, yang langsung kami serahkan ke Bu Diana. Bu Erlin. Kemudian kami juga memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali,” ujar Yusuf.

Yusuf menjelaskan, kartu yang sempat diambil Biro Pers bukanlah ID profesional milik Diana sebagai jurnalis CNN Indonesia, melainkan ID khusus wartawan yang ditugaskan meliput kegiatan di Istana.

“Yang kedua, kami juga ingin menyampaikan bahwa ID yang diambil oleh teman-teman Biro Pers itu adalah ID khusus Istana. Jadi ID wartawan yang khusus bertugas di Istana. Biro Pers dan Media tidak mengambil ID profesional Mbak Diana sebagai jurnalis. Kita tidak mempunyai kewenangan itu, tapi yang diambil oleh teman-teman itu adalah ID khusus Istana,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertemuan dengan CNN Indonesia dan Dewan Pers menjadi prioritas meski pada pagi yang sama seharusnya tim Biro Pers mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak Munas PKS di Hotel Sultan.

“Istana ini sangat terbuka. Bu Diana ingin berkomunikasi, ingin mengajak bertemu. Kami pun meluangkan waktu tentu saja, karena ini menjadi prioritas kami untuk ditindaklanjuti. Pada pagi ini pun sebetulnya kami ada kegiatan acara Bapak Presiden. Namun, karena pertemuan ini sangat penting, ketemu dengan CNN, dengan Ketua Dewan Pers, Wakil Ketua Dewan Pers, maka kita melakukan pertemuan di kantor kami,” ucap Yusuf.

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, menyebut audiensi ini menjawab keresahan publik dan kalangan media terkait pencabutan ID liputan Diana.

“Semua hari ini terjawab. ID ini artinya dapat jaminan bahwa Diana dapat kembali menjalani tugas seperti sebelumnya,” kata Titin.

Biro Pers pun menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengalaman terakhir.
“Kami memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali. Jadi teman-teman yang bertugas di Istana, kita memahami tidak akan terulang lagi,” ujar Yusuf.

“Dan Kepala Biro Pers Media telah menyesal begitu untuk menarik ID teman-teman. Biro Pers Media Setpres dalam melaksanakan kegiatan menjunjung asas keterbukaan dan kebebasan pers sebagaimana diamanatkan UU 40 tahun 1999. Teman-teman Biro Pers juga sangat menghormati peran jurnalis selaku pilar keempat demokrasi dalam menyampaikan berita yang akurat, kritis, akuntabel bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Dewan Pers telah mendesak agar akses liputan Diana segera dipulihkan setelah insiden pencabutan kartu identitas wartawan Istana usai ia bertanya kepada Presiden Prabowo terkait kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat lewat siaran pers tertulisnya, Minggu (28/9/2025).

Dewan Pers juga menegaskan semua pihak harus menjunjung tinggi kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.