MELIHAT INDONESIA, YOGYAKARTA – Atlet badminton muda asal Tiongkok, Zha Zhi Jie, meninggal dunia setelah sempat pingsan saat bertanding dalam turnamen Asia Junior Championship (AJC) 2024.
Peristiwa tragis ini terjadi di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Minggu, 30 Juni 2024. Zha Zhi Jie, yang masih berusia 18 tahun, tiba-tiba jatuh pingsan di tengah pertandingan.
Meskipun segera mendapatkan penanganan medis di lapangan, nyawa Zha Zhi Jie tidak tertolong. Tim medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan Zha, namun sayangnya ia dinyatakan meninggal dunia beberapa jam setelah insiden tersebut.
Kejadian ini tentu menjadi duka mendalam bagi dunia bulu tangkis, khususnya bagi tim dan keluarga besar Zha Zhi Jie.
Federasi Bulu Tangkis Asia dan pihak penyelenggara turnamen menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Zha Zhi Jie. Mereka juga berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Insiden ini mengguncang komunitas bulu tangkis, baik di Tiongkok maupun Indonesia, serta mengingatkan pentingnya kesehatan dan keselamatan para atlet di setiap kompetisi.
Atas insiden tersebut, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta maaf dan bertanggung jawab memulangkan jenazah ke negara asalnya. Meski begitu, turnamen tersebut tetap berlanjut.
“Kami menghargai tim lain termasuk China meski masih berduka begitu beratnya dengan jiwa sportivitas mereka tetap melanjutkan pertandingan sampai hari ini,” kata Humas dan Media BNI Badminton Asia Junior Championship 2024, Broto Happy kepada wartawan, Senin (1/7/2024), seperti dikutip beritasatu.com.
Supaya kejadian tidak kembali terulang, ke depan panitia pelaksana segera akan berkirim surat kepada BWF terkait aturan tim medis. Menurut Broto, aturan yang ada saat ini membuat tim medis baru bisa masuk ke lapangan setelah adanya panggilan dari wasit.
“Kita harapkan ke depan bisa melihat situasi dan kondisi, harapannya lebih cepat lagi ditangani bila terjadi hal seperti ini lagi, sehingga atlet bisa terselamatkan”, ujar Broto Happy.
Kendati demikian, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut alasan wasit tidak segera mengizinkan tim medis untuk segera masuk ke lapangan. “SOP yang kami kerjakan sudah benar,” tegas Broto Happy.
“Kami menghargai tim lain termasuk China meski masih berduka begitu beratnya dengan jiwa sportivitas mereka tetap melanjutkan pertandingan sampai hari ini,” tambahnya. (**)