MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Penggeledahan KPK disebut dapat memengaruhi peluang Hevearita Gunaryanti Rahayu selaku petahana untuk kembali maju dalam Pilwakot Semarang.
Pakar politik dari Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman berpendapat kasus dugaan korupsi yang menerpa Pemkot Semarang akan mengubah peta politik Semarang.
Sebagai petahana, Wali Kota Semarang yang karib disapa Mbak Ita lazimnya memiliki kans lebih besar untuk memenangi pilkada.
Namun, dengan diterpanya isu dugaan korupsi, sambung Wahid, kans tersebut kemungkinan akan memudar.
“Menurut saya PDIP akan relatif mencermati ini, ada kemungkinan Bu Ita tidak melanjutkan proses pencalonannya melalui PDIP, artinya tidak ada petahana,” imbuhnya.
Menurut Wahid, ketiadaan petahana di Pilwalkot Semarang membuat kandidat lain mempunyai potensi kemenangan yang sama. Bukan tidak mungkin, kandidat selain petahana akan lebih bersinar atau populer.
“Ada Mas Dico (Dico Ganinduto-Partai Golkar), kemudian Mas Yoyok (Yoyok Sukawi-Partai Demokrat) itu punya peluang yang relatif sama pasca-penggeledahan Bu Ita,” ujarnya.
Sisi lain, Wahid berpendapat PDIP sebagai partai pemenang pemilu masih cukup kuat untuk bertarung di Pilwalkot Semarang meskipun peluang mengusung petahana memudar.
“Tinggal nanti siapa yang akan direkomendasikan PDIP. Kalau melihat proses yang berjalan di penjaringan DPC, ada Mas Arnaz (Arnaz Agung Andrarasmara) atau mungkin ada figur lain yang diendors DPP PDIP,” tuturnya. (*)