MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Keluarga almarhumah dokter Aulia Risma Lestari melaporkan kasus dugaan bullying. Laporan tersebut menyasar pada senior PPDS anestesi Undip.
Misyal Achmad selaku kuasa hukum keluarga mengatakan, ia melaporkan tindakan pengancaman, intimidasi, hingga pemerasan terhadap dokter Aulia saat masih hidup.
Dalam pelaporan itu ia lampirkan berbagai bukti pendukung dugaan tindak pidana. Namun, ia belum berani menyebut nama pihak terlapor.
Yang jelas, katanya, sasaran laporannya ada beberapa orang. “Mahasiswa juga. Ada lebih dari satu orang. Seniornya,” ungkap Misyal pada Rabu (4/9/2024) malam di Polda Jateng.
Perlu diketahui, ibu almarhumah dokter Aulia, Nuzmatun Malinah dan adik kandung almarhumah, dokter Nadia, ikut serta melapor ke Polda bersama kuasa hukumnya.
Proses pelaporan berlangsung lebih dari delapan jam karena pelapor langsung dimintai klarifikasi tentang keterangan dan bukti-bukti yang disampaikan.
Hari ini, Kamis (5/9/2024), pelapor kembali dipanggil untuk dimintai keterangan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Fakultas Kedokteran Undip bernama dr. Aulia Risma Lestari (30) tewas dengan janggal.
Ia ditemukan tergelatak tak bernyawa pada Senin (12/8/2024) di kamar indekosnya di Kelurahan Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Mahasiswi yang menempuh pendidikan dan menjadi dokter residen di RS Kariadi tersebut diduga merupakan korban perundungan yang memutuskan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. (bhq)