MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kader PDI Perjuangan, Supriyadi menganggap ada muatan politis dalam pengusutan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang dilakukan KPK.
Mantan Ketua DPRD Kota Semarang ini menilai, tindakan KPK ini merupakan upaya mengurangi tingginya elektabilitas Hevearita atau Mbak Ita sebagai bakal calon wali kota dari PDIP.
“Hasil survei saat ini tinggi, sehingga ini ada upaya-upaya penggembosan elektabilitas,” ucap Supriyadi.
Dia menegaskan, dengan adanya isu dugaan korupsi ini berimbas negatif baik bagi partainya maupun kader potensial partainya.
“Saya sebagai kader PDIP merasa rugi, karena Bu Ita ini kan elektabilitasnya paling tinggi, terus di-framing seolah-olah sebagai tersangka, padahal kan belum dinyatakan sebagai tersangka secara resmi,” kata Wakil Ketua DPC PDIP Semarang itu.
Perlu diketahui, saat ini KPK sedang menyidik perkara dugaan korupsi di Pemkot Semarang tentang dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa, pemerasan terhadap pegawai, dan dugaan penerimaan gratifikasi.
Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan secara beruntun sejak Rabu (17/7/2024), Kamis (18/7/2024), dan Jumat (19/9/2024) di sejumlah titik di Kota Semarang.
Menurut informasi, KPK hari ini Senin (22/7/2024) lanjut menggeledah kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Rumah Sakit Daerah K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. (*)