MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyoroti potensi paslon menerapkan strategi bagi-bagi bansos pada Pilkada Jateng.
Peneliti Perludem, Haykal megatakan, strategi tersebut memungkinkan dilakukan kembali mengingat konstelasi politik nasional pada pilpres dengan pilkada hampir mirip.
Diketahui, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo-Gibran pada pilpres kembali bersatu mengusung Luthfi-Taj Yasin di pemilihan gubernur Jateng.
Prabowo-Gobran maupun Luthfi-Yasin merupakan paslon yang memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi yang gencar memberlakukan bagi-bagi bansos ke masyarakat.
Menurut Haykal, keberhasilkan strategi bagi-bagi bansos untuk mendongkrak simpati masyarakat terhadap paslon yang didukung pemerintah, sangat mungkin diterapkan kembali demi mendulang kesuksesan serupa.
“Kemungkinan duplikasi strategi bagi-bagi bansos itu ada karena aktor-aktor kuncinya masih sama,” terka Haykal saat berkunjung di Semarang, Kamis (3/10/2024).
Dia berharap, Pj Gubernur Jateng sebagai penjabat yang ditunjung pemerintah pusat untuk menjalankan roda pemerintahan sementara di daerah, bisa bersikap netral. (*)