Jumat, April 17, 2026

Polrestabes Semarang Tukang Catut? Kemarin BEM Undip, Kini HMI Protes Namanya Dicatut

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang mengecam pencatutan organisasinya oleh Polrestabes Semarang dalam kegiatan buka bersama.

Sikap HMI sama dengan pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) sebelumnya yang sama-sama merasa dicatut secara sepihak oleh Polrestabes.

Polrestabes Semarang dalam laman resminya menulis bahwa kegiatan buka puasa bersama elemen mahasiswa dihadiri pimpinan PMII, IMM, HMI, dan perwakilan BEM dari Unnes, Undip, dan Untag.

Keterangan serupa diunggah dalam akun Instagram @polrestabessemarang_official, tetapi postingan foto dan caption tentang kegiatan tersebut telah di-takedown.

Namun, berita tentang pencatutan HMI hingga saat ini masih bisa diakses, baik di website restabessmg.jateng.polri.go.id maupun di beberapa website media massa lain.

Ketua Umum HMI Cabang Semaran, Andi Muhammad Irfan menegaskan, organisasinya tidak terlibat dalam kegiatan buka bersama Polrestabes Semarang dengan beragam elemen mahasiswa.

“HMI Cabang Semarang mengecam tindakan Polrestabes Kota Semarang yang mencantumkan nama HMI sebagai bagian dari Cipayung Plus yang hadir dalam kegiatan tersebut dengan klaim sepihak dari Polrestabes Semarang,” tegasnya, Senin (17/3/2025).

HMI Cabang Semarang mengutuk segala tindakan yang mengatasnamakan HMI Cabang Semarang untuk mengambil keuntungan secara pribadi baik moril ataupun materil.

HMI Cabang Semarang meyakini bahwa tindakan yang dilakukan Polrestabes Semarang merupakan gerakan intervensi untuk memecah belah aktivisme dari tingkatan Cipayung Plus Kota Semarang.

Serta, merupakan suatu langkah dalam serta menggembosi gerakan mahasiswa dan mencoba menghalangi kebebasan berpendapat.

Ia menuntut Polrestabes Semarang agar segera menghentikan segala bentuk klaim sepihak dan upaya pembungkaman terhadap aktivisme mahasiswa Cipayung Plus Semarang.

“Kami turut menuntut Polrestabes Semarang agar menjamin kebebasan akademik serta hak berpendapat. Jika pembungkaman terus berlanjut, maka gelombang perlawanan akan semakin besar,” kecamnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.