Jumat, April 24, 2026

Terima Penghargaaan Vaksinasi PMK Terbanyak, Pemkab Kediri Cegah Munculnya Kasus Baru

Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak guna mencegah munculnya kasus baru.

Dalam rapat evaluasi pengendalian PMK yang digelar Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada Kamis (24/11/2022), DKPP Kabupaten Kediri mendapat peringkat ke-5 untuk kabupaten capaian vaksinasi terbanyak. Penghargaan diserahkan Ketua Satgas Penanganan PMK Provinsi Jawa Timur Adhi Karyono.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dikatakan, peringkat ke-5 itu diperoleh karena vaksinasi PMK tahap 1-3 dengan jumlah 86.200 dosis telah selesai 100 persen.

“Penghargaan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami dalam bertugas dan pertengahan November kemarin kita dapat alokasi 37.500 dosis yang telah terserap saat ini sekitar 200 dosis,” katanya, Jumat (25/11/2022).

Capaian keberhasilan percepatan vaksinasi itu, menurut Tutik tak lepas dari dukungan Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang sejak awal serius dalam penanganan PMK sampai dengan pelaksanaan vaksinasi yang saat ini berjalan.

Terdapat langkah-langkah strategis yang dilakukan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu dalam penanganan PMK mulai dari penutupan wilayah terjangkit, pengetatan dan pengawasan lalu lintas ternak.

Kemudian, isolasi dan pengobatan intensif hewan sakit, penutupan sementara pasar hewan saat wabah PMK meluas, pemotongan hewan wajib ke RPH, vaksinasi hewan ternak dan pembentukan gugus tugas pengendalian dan penanggulangan PMK.

“Mas Dhito sangat konsen terkait penanganan PMK dan terus mendorong demi kelancaran kegiatan vaksinasi ini,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Tutik, di Kabupaten Kediri tidak ada kasus baru PMK. Pun begitu, kasus PMK masih ada, hanya saja merupakan ternak yang belum sembuh dengan jumlah tidak sampai 100 kasus.

Meski kasus baru tidak ditemukan, saat musim pancaroba ini pihaknya tetap mewaspadai penyakit yang bisa terjadi pada hewan ternak dan bisa mendukung munculnya PMK. Untuk itu, petugas saat ini disamping melanjutkan kegiatan vaksinasi juga terus siaga mencegah timbulnya kasus baru.

“Memang ada beberapa kasus yang bisa mendukung kaitannya dengan PMK,” tuturnya.

Penyakit yang diwaspadai pada musim pancaroba ini, seperti Bovine Ephemeral Fever(BEF) atau penyakit demam tiga hari pada ternak sapi. Penyakit BEF bukan merupakan penyakit menular dan bisa terjadi karena perubahan musim dimana suhu tidak menentu.

Seiring tingkat kesadaran peternak yang mulai terbangun, begitu gejala penyakit itu muncul langsung dilaporkan sehingga cepat ditangani. Adapun untuk stok obat-obatan yang dimiliki DKPP diakui masih aman.

“Begitu sapinya demam, bibirnya kering, panas itu teman-teman (peternak) sudah mulai laporan sebab kalau kondisinya sampai drop PMK-nya bisa masuk,” urainya.

Terakhir, Tutik menghimbau meski kasus baru PMK tidak ditemukan, peternak tetap harus waspada dan menjaga lalu lintas ternak. Disamping itu, pihaknya tetap meminta kerjasama peternak demi suksesnya vaksinasi PMK.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.