Upaya memperkuat layanan pendidikan keagamaan di ibu kota baru mulai disiapkan. Kementerian Agama Republik Indonesia merencanakan pembangunan Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara yang mencakup jenjang RA, MI, MTs hingga MA.
Rencana tersebut ditegaskan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau IKN, Jumat (20/2/2026).
“Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah.
Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kementerian Agama ini akan pindah secara bertahap. Dan yang selanjutnya, kita akan juga melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Menag dikutip dari laman Kemenag, Minggu (22/2).
Dalam pertemuan dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, dijelaskan kawasan pendidikan tersebut akan dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lain dengan kebutuhan lahan sekitar 21 hektare. Otorita IKN menyatakan kesiapan menyediakan lahan untuk mendukung rencana tersebut.
Selain meninjau lokasi pendidikan, Menag juga melihat perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan rumah susun ASN. Ia menilai sistem kerja dan infrastruktur di IKN sudah mendukung efektivitas kerja.
“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. Karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya. Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” tambah Menag.
Menag menilai kesiapan tersebut membuka peluang bagi Kemenag untuk memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus selalu terpusat di Jakarta.
“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkasnya.