MELIHAT INDONESIA – Gus Baha, seorang ulama yang berpengaruh, memberikan serangkaian saran dan tips bagi umat Islam dalam menghadapi era digital dan zaman modern. Salah satu saran utamanya adalah agar umat Islam lebih banyak membaca Al-Qur’an.
Dalam sebuah kajian yang diunggah di kanal YouTube Bayt Al-Qur’an, Gus Baha menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengarungi zaman yang penuh tantangan ini.
Salah satu argumen yang dia gunakan adalah penggalan Al-Qur’an dari Surat An-Nahl ayat 66 yang menyebutkan tentang mukjizat susu di dalam perut sapi.
Dari situ, Gus Baha menyampaikan pesan bahwa seperti halnya Allah mampu mengelola susu di dalam tubuh sapi, Dia juga mampu mengelola segala hal dalam kehidupan manusia di zaman modern ini.
Gus Baha menegaskan bahwa meskipun zaman modern penuh dengan gesekan dan tantangan, orang yang baik akan tetap memancarkan kebaikan seperti susu yang murni.
Dalam pandangan Gus Baha, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk putus asa, karena mereka harus tetap menjadi sumber kebaikan, bahkan di tengah situasi yang sulit.
Dia juga mengatasi pandangan pesimis terhadap zaman modern dengan memberikan contoh positif yang ada saat ini.
Meskipun menghadapi tantangan, seperti moderator yang kurang beradab dalam kajiannya, Gus Baha menunjukkan bahwa di tengah segala hal tersebut, kebaikan dan kebijaksanaan tetap dapat ditemukan.
Dengan mengutip ayat Al-Qur’an, Gus Baha menekankan pentingnya sikap memaafkan dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan.
Ini menunjukkan bahwa pendekatan spiritual dan pemahaman agama dapat membantu umat Islam menghadapi tantangan zaman modern dengan bijaksana.
Gus Baha juga menyoroti perbedaan persepsi antara zaman modern dengan zaman lampau, seperti zaman Wali Songo.
Namun, dengan sikap yang terbuka dan bijaksana, dia menawarkan perspektif yang lebih optimis terhadap masa kini. Gus Baha mengajak untuk melihat sisi positif dari era digital dan zaman modern ini, serta untuk tetap menjaga keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai spiritual.
Dalam memberikan nasihat, Gus Baha tidak hanya menyelipkan seloroh, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama.
Dia menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah dan kebijaksanaan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Dengan demikian, saran dan tips yang diberikan oleh Gus Baha tidak hanya relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern, tetapi juga mengandung makna yang mendalam dalam memperkuat spiritualitas dan keimanan umat Islam.
Melalui pendekatan yang menggabungkan pengetahuan agama dan realitas zaman, Gus Baha memberikan kontribusi yang berarti dalam membimbing umat Islam menghadapi era digital yang serba cepat dan kompleks.
Pesan-pesan yang disampaikannya mengajak untuk menjaga akhlak dan moralitas, serta untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan. (**)