Kamis, Juni 11, 2026

Viral Anjurkan UMKM Bikin Barang KW, Menteri Maman Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi Maksudnya

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang viral soal anjuran agar pelaku UMKM membuat produk mirip merek terkenal atau barang KW. Ia mengakui pernyataannya itu disampaikan dengan cara yang kurang tepat sehingga menimbulkan persepsi keliru di publik.

“Respons publik banyak sekali, rata-rata memang menyayangkan dan mengkritisi terkait isu dengan KW ini, dan saya atas nama pribadi meminta maaf kalau sampai dipersepsikannya seperti itu,” kata Maman dalam konferensi pers di Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Ia menjelaskan, maksud ucapannya bukan untuk mendukung produksi barang tiruan, melainkan mencontoh proses industrialisasi di negara seperti Korea Selatan dan China. Menurutnya, kedua negara itu awalnya meniru produk luar, lalu melakukan modifikasi hingga melahirkan produk unggulan seperti LG dan Samsung.

“Secara substansi bukan itu maksud saya. Esensinya adalah bagaimana kita bisa melihat produk luar yang bagus, lalu kita amati, tiru, dan modifikasi agar menjadi produk unggulan dalam negeri,” ujarnya.

Maman menambahkan, pelaku UMKM perlu belajar dari keberhasilan negara lain dalam berinovasi. Ia menilai praktik meniru tidak selalu negatif selama diikuti dengan riset, pengembangan, dan kreativitas untuk menghasilkan produk orisinal.

“Bukan berarti kita menyetujui atau mengesampingkan aspek HKI. Saya sadar hak kekayaan intelektual bagi setiap orang berarti,” jelasnya.

Ia juga mengakui kesalahannya dalam menyampaikan contoh yang menimbulkan persepsi salah. “Saya tuh minta maafnya begini, minta maafnya karena gue menggunakan analogi Louis Vuitton menjadi Louis Vuttong, terus Dior menjadi Doir. Sebenarnya secara esensi bukan itu,” ujar Maman.

“Tapi saya minta, sekali lagi saya sebagai Menteri harus fair, mengatakan bahwa itu adalah kesalahan dalam penyampaian dalam kunjungan kemarin,” tambahnya.

Pernyataan Maman sebelumnya disampaikan saat ia menyoroti sulitnya UMKM bersaing akibat maraknya produk impor asal China yang lolos melalui oknum Bea Cukai.

“Kita tahu bahwa masih banyaknya oknum-oknum di Bea Cukai yang bermain. Saya sebut oknum ya, saya tidak sebut institusi, yang bermain. Akhirnya barang-barang selundupan atau pun barang-barang yang katanya ilegal tetapi disebut legal juga banyak masuk. Ini yang akhirnya membuat usaha mikro, kecil, menengah kita jadi nggak mampu bersaing,” katanya di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar Maman melapor langsung kepadanya bila menemukan pelanggaran di Bea Cukai. Purbaya menegaskan tengah mengidentifikasi oknum yang terlibat dan berkomitmen melakukan pembersihan internal.

Sementara itu, Maman menegaskan bahwa kritik publik terhadap ucapannya merupakan bagian dari proses partisipasi masyarakat yang penting bagi kementeriannya.

“Ini bagian dari saya dan Kementerian UMKM membuka ruang partisipasi publik. Saya terima kritikan publik dan anggap ini sebagai proses yang harus kita dengar,” tuturnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.