MELIHAT INDONESIA, KEDIRI – Kinerja calon bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di periode pertama mendapatkan perhatian dari pelaku ojek online.
Mas Dhito sapaan cabup nomor urut 02 itu dinilai sebagai sosok pemimpin responsif dan perhatian dengan pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Kediri.
“Mas Dhito kami ucapkan terimakasih jeglongan sewu (kerusakan Jalan Pare-Plosoklaten) sudah tidak ada, ruas jalan Papar sudah mulus, kini tinggal yang Pare-Kandangan,” kata Jamaludin, Ketua Umum komonitas Ojol AG Kediri Raya saat bertemu Mas Dhito pada acara Partai Demokrat di Kecamatan Badas, Jumat (25/10/2024).
Secara umum, lanjut Jamaludin, infrastruktur jalan di Kabupaten Kediri tak dipungkiri masih perlu untuk ditingkatkan.
Pun begitu dengan jangka waktu 3,5 tahun dan di awal menjabat dihadapkan pada pandemi Covid-19, Mas Dhito dinilai sangat perhatian dengan kondisi jalan di Kabupaten Kediri, termasuk dengan penyaluran bantuan keuangan khusus (BKK) bagi pembangunan jalan desa.
Disisi lain, Mas Dhito dinilai Jamaludin sebagai pemimpin yang responsif. Apalagi dengan terobosan layanan aduan Halo MasBup yang digagas di periode pertama pemerintahannya.
Melalui layanan itu, masyarakat dapat lebih mudah dalam memberikan aduan dan langsung dipantau oleh bupati.
Sebagai pekerja ojek yang setiap hari banyak di jalanan, Jamaludin berharap penanganan aduan di aplikasi Halo MasBup kedepan lebih ditingkatkan. Sebagai contoh,ketika ada aduan terkait kondisi jalan, seperti kerusakan maupun lampu padam diharapkan segera dapat ditangani.
“Harapannya nanti untuk penanganan aduan Halo MasBup itu semakin responsif lagi, apalagi kalau ada bukti video atau foto kalau bisa segera dieksekusi,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Jamaludin juga menyempatkan menyampaikan aspirasi supaya pelaku ojek online diberikan pelatihan usaha. Pasalnya, dengan kondisi orderan yang kian sepi saat ini, profesi ojek online rawan terjebak pada pinjaman online maupun pada rentenir.
Merespon aspirasi dari pelaku ojek online itu, menjadi perhatian Mas Dhito bagaimana ke depan pelaku ojek online itu dapat mandiri secara ekonomi.
Untuk itu, menjadi komitmennya untuk memberikan pelatihan usaha maupun pendampingan bagi pelaku ojek online itu.
“Kita kasih pelatihan dan pendampingan,” urainya.
Sementara itu, terkait aplikasi Halo MasBup selama 3,5 tahun hampir 15 ribu aduan masuk dimana 98,5 persen telah terselesaikan.
Tak dipungkiri, awal menjabat aduan lebih banyak pada infrastruktur jalan. Atas respon cepat terhadap aduan infrastruktur jalan dari aplikasi ini, Pemerintah Kabupaten Kediri mendapatkan penghargaan bidang kebinamargaan dalam penyelenggaraan jalan dari Kementerian PUPR.
“Kedepan kita akan upgrade menjadi Halo MasBup 2.0 Respon Cepat tanpa Batas yang akan diintegrasikan dengan command centre,” terang Mas Dhito. (*)