Duka menyelimuti proses evakuasi korban ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sejumlah keluarga korban tampak tak kuasa menahan tangis saat para korban dibawa ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan maupun proses identifikasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (16/7/2026), sebuah ambulans yang diduga membawa jenazah korban meninggalkan area kamar jenazah sekitar pukul 16.27 WIB. Sebelum ambulans berangkat, seorang wanita berkerudung yang membawa ransel loreng khas TNI terlihat mendatangi kamar jenazah dan menangis saat berpelukan dengan rekannya.
Pengamanan di RSUD Caruban juga diperketat. Personel TNI dan Polisi Militer (PM) berjaga di sejumlah titik, sementara beberapa korban luka menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan pengawalan aparat.
TNI Angkatan Darat mengonfirmasi insiden ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia dan enam personel lainnya mengalami luka-luka.
“Dalam insiden itu satu orang personel dinyatakan meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono.
Donny menjelaskan, dari enam korban luka, empat orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.
“Empat orang mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan,” ujarnya.
Menurut Donny, seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis, sementara TNI AD memprioritaskan proses penyelamatan dan perawatan korban.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan. Komando penanganan berada di bawah Kodam V/Brawijaya dan Mabes TNI.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ Mayor Inf Ismail mengatakan penanganan insiden dilakukan langsung oleh komando atas.
“Beda satuan mas, dari Kodam (V Brawijaya) langsung, mas,” kata Ismail.
Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar bersama sejumlah pejabat Kodam juga telah turun ke lokasi untuk meninjau kondisi pascaledakan.
Hingga kini, kawasan Gudang Pusat Munisi II Saradan masih disterilkan dan belum dapat diakses karena proses investigasi masih berlangsung. TNI memastikan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab ledakan tersebut.