MELIHAT NDONESIA, BANJARNEGARA – Penggunaan skincare secara rutin memang baik untuk kesehatan kulit. Namun, banyak mitos yang sering dipercaya masyarakat terkait penggunaan skincare. Catur Karuniati, seorang praktisi kecantikan dari Banjarnegara sekaligus owner Famous Aesthetic yang berlokasi di Jl. Raya Pucang Banjarnegara, berbagi pandangannya mengenai beberapa mitos tersebut.
Haruskah Berhenti Memakai Skincare Jika Akan Menikah?
Salah satu mitos yang sering terdengar adalah harus berhenti menggunakan skincare menjelang pernikahan. Catur menegaskan, pandangan ini tidak benar. “Menjelang pernikahan, justru penting untuk menjaga rutinitas skincare agar kulit tetap sehat dan glowing pada hari istimewa,” jelasnya.
Catur menyarankan untuk tetap menggunakan produk yang telah mendapatkan izin BPOM. “Gunakan skincare dengan agen hidrasi hingga malam sebelum menikah. Tapi, hindari produk eksfoliasi agar kulit tidak mengelupas sehingga make-up lebih menempel saat hari H,” tambahnya.
Reapply Sunscreen Tanpa Menghapus Make-Up, Mungkinkah?
Mitos lain yang sering dipercaya adalah harus menghapus make-up terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan ulang sunscreen. Menurut Catur, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
“Sunscreen dapat langsung diaplikasikan di atas make-up dengan menggunakan sunscreen spray, beauty blender, atau bahkan jari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Tenang saja, sunscreen tidak akan merusak make-up jika diaplikasikan dengan benar. Jadi, tidak perlu repot menghapus make-up saat ingin melindungi kulit dari sinar matahari.”
Penggunaan Agen Eksfoliasi dan Retinol Setiap Hari, Aman atau Tidak?
Ada pula mitos yang mengatakan bahwa agen eksfoliasi atau retinol tidak boleh digunakan setiap hari. Catur menilai, ini bergantung pada kondisi kulit masing-masing individu. “Jika skin barrier kamu sehat dan kulit cenderung berminyak atau mudah berkomedo, eksfoliasi atau retinol setiap hari bisa saja dilakukan,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaannya harus bertahap. “Mulailah dengan dosis ringan dan frekuensi yang rendah. Jika kulit sudah terbiasa, barulah dosis dan frekuensinya bisa ditingkatkan secara perlahan,” ujarnya.
Catur juga menjelaskan bahwa retinol sebenarnya tidak membuat kulit tipis secara permanen. “Retinol justru menebalkan lapisan kulit kamu dalam jangka panjang, sehingga kulit terlihat lebih sehat,” katanya.
Banyak mitos tentang skincare yang beredar di masyarakat. Namun, penting untuk selalu memeriksa fakta dan berkonsultasi dengan praktisi kecantikan yang terpercaya. “Kulit setiap orang unik, jadi perawatan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” tutup Catur Karuniati. (**)