MELIHAT INDONESIA – Beberapa hewan laut dapat menyerap logam berat dari lingkungan mereka, terutama di perairan yang tercemar.
Hewan-hewan ini biasanya berada di rantai makanan bawah hingga menengah dan dapat menjadi indikator pencemaran laut.
Beberapa contoh hewan yang diketahui menyerap logam berat meliputi:
1. Kerang dan Tiram – Mereka menyaring air laut untuk mendapatkan makanan, sehingga juga menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium.
2. Ikan Predatori Besar – Tuna, hiu, dan marlin cenderung memiliki kadar merkuri tinggi karena mengonsumsi ikan-ikan kecil yang telah terkontaminasi.
3. Krustasea (Kepiting & Udang) – Organisme ini sering menyerap logam berat dari sedimen dasar laut.
4. Rumput Laut – Walaupun bukan hewan, rumput laut juga dapat menyerap logam berat dari air laut, yang kemudian bisa berpindah ke hewan yang memakannya.
5. Plankton – Sebagai organisme dasar rantai makanan, plankton bisa menyerap logam berat, yang kemudian diteruskan ke hewan laut lainnya.
Dampak pencemaran logam berat di laut cukup serius, baik bagi ekosistem maupun manusia.
Berikut beberapa efeknya:
Dampak pada Ekosistem Laut
1. Gangguan Pertumbuhan dan Reproduksi – Logam berat seperti merkuri dan kadmium dapat mengganggu sistem reproduksi hewan laut, menyebabkan penurunan populasi.
2. Bioakumulasi dan Biomagnifikasi – Logam berat menumpuk di tubuh hewan kecil, lalu berpindah ke predator yang lebih besar, semakin terkonsentrasi di tiap tingkatan rantai makanan.
3. Kematian Massal Organisme Laut – Konsentrasi tinggi logam berat bisa meracuni organisme laut, menyebabkan kematian ikan, moluska, dan bahkan terumbu karang.
4. Gangguan Ekosistem – Hilangnya spesies tertentu bisa mengacaukan keseimbangan ekosistem, berdampak pada spesies lain yang bergantung padanya.
Dampak pada Manusia
1. Keracunan Makanan Laut – Mengonsumsi ikan atau kerang yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan gangguan saraf, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
2. Risiko Kesehatan Jangka Panjang – Paparan logam berat dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan ginjal, hati, dan sistem saraf manusia.
3. Penurunan Kualitas Pangan – Laut yang tercemar membuat hasil tangkapan laut tidak aman dikonsumsi, mempengaruhi ketahanan pangan masyarakat pesisir. (*)