Senin, Juni 8, 2026

Prabowo Targetkan ‘Sulap’ Energi Indonesia dalam 3 Tahun Dengan Guyuran Dana 1,8 T, Masuk Akal atau Terlalu Nekat?

Pemerintah menyiapkan investasi sekitar Rp1.811 triliun untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt (GW) dalam tiga tahun ke depan.

Program ini menjadi bagian dari percepatan transisi energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan kebutuhan investasi proyek tersebut mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS dan akan melibatkan kolaborasi internasional serta sektor swasta.

“Tentu saja kolaborasi internasional dan sektor swasta sangat diperlukan, investasi dari sektor swasta diproyeksikan akan sangat besar namun kami memerlukan lebih dari US$ 100 miliar investasi,” jelas Eniya.

Menurutnya, sekitar 70 persen pendanaan diharapkan berasal dari Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik swasta.

Pembangunan PLTS 100 GW difokuskan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel, terutama di Indonesia Timur yang masih memiliki biaya listrik tinggi.

“Jadi bagian besar dari program tenaga surya 100 GW adalah bagaimana mengurangi penggunaan diesel di bagian timur Indonesia. Jika kita bicara penggunaan diesel, ada biaya lebih dari 1 dolar per kilowatt-hour di beberapa lokasi di negara kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan pemerintah menargetkan kapasitas energi surya mencapai 100 GW pada 2029 sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Kami ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya. Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya,” kata Prabowo.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.