Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto kembali mendapat amanah baru di pemerintahan. Selain menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny kini dipercaya memimpin Universitas Republik Indonesia (URI) dengan posisi sebagai gubernur universitas.
Penunjukan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena Donny dipastikan tetap mempertahankan jabatannya sebagai Wamenhan. Dengan demikian, ia akan menjalankan dua posisi strategis secara bersamaan.
Donny menegaskan pelantikannya sebagai Gubernur URI tidak membuatnya meninggalkan tugas di Kementerian Pertahanan. Menurutnya, terdapat keterkaitan antara fungsi Kementerian Pertahanan dengan Universitas Republik Indonesia, khususnya dalam pengembangan pendidikan bela negara dan penguatan wawasan kebangsaan.
Meski demikian, Donny belum menjelaskan secara rinci bagaimana pembagian waktu maupun kewenangan dalam menjalankan kedua jabatan tersebut secara bersamaan.
Di sisi lain, keberadaan Universitas Republik Indonesia sendiri masih menjadi sorotan. Sejumlah anggota DPR sebelumnya mempertanyakan dasar hukum, urgensi pendirian, hingga sumber anggaran universitas tersebut karena belum pernah dibahas secara terbuka bersama parlemen.
Hingga saat ini, pemerintah juga belum menyampaikan informasi mengenai fasilitas, mekanisme kerja, maupun penghasilan yang melekat pada jabatan Gubernur Universitas Republik Indonesia. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola lembaga baru tersebut di tengah masih minimnya penjelasan resmi kepada publik.
Dengan Donny Ermawan kini merangkap sebagai Wamenhan sekaligus Gubernur URI, perhatian publik pun tertuju pada efektivitas pelaksanaan kedua jabatan tersebut, termasuk bagaimana pemerintah memastikan tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun kewenangan.