Nama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menjadi perbincangan publik dalam beberapa pekan terakhir. Serangkaian kontroversi yang mengiringi kepemimpinannya membuat banyak warganet kembali membandingkannya dengan mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikenal memiliki gaya kepemimpinan sederhana dan membumi.
Perbandingan itu kembali menguat setelah beredar video yang memperlihatkan Dody Hanggodo tiba menggunakan private jet saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh.
Dalam video yang viral tersebut, perhatian publik juga tertuju pada gesturnya ketika seorang pria terlihat mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Cuplikan itu memicu beragam komentar di media sosial.
Bukan hanya soal private jet. Sebelumnya, Dody juga sempat menuai sorotan terkait perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang disebut turut melibatkan anggota keluarganya. Belakangan, beredar pula tangkapan layar percakapan yang mengklaim istri Dody meminta disiapkan helikopter saat mendampingi kunjungan kerja di Manado.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi kebenaran percakapan yang beredar tersebut.
Di tengah berbagai kontroversi itu, nama Basuki Hadimuljono kembali ramai diperbincangkan. Selama hampir satu dekade memimpin Kementerian PUPR pada era Presiden Joko Widodo, Basuki dikenal sebagai sosok yang sederhana dan lebih sering menunjukkan kinerja di lapangan daripada menjadi sorotan karena gaya hidup.
Kesederhanaannya beberapa kali menjadi perhatian publik. Basuki sempat viral karena masih menggunakan telepon genggam model lama saat menjabat sebagai menteri. Dalam berbagai kunjungan kerja, ia juga lebih sering terlihat mengenakan rompi proyek, helm keselamatan, dan sepatu bot sambil meninjau langsung pembangunan jalan, bendungan, maupun jembatan di berbagai daerah.
Tak hanya dari sisi penampilan, gaya kepemimpinan Basuki juga banyak dikenang karena dinilai lebih humanis. Ia dikenal dekat dengan para pegawai, mudah berbaur dengan masyarakat, serta memiliki cara berkomunikasi yang tenang, santun, dan tidak terkesan arogan ketika menjelaskan kebijakan maupun menanggapi kritik. Sikap tersebut membuatnya mendapat citra sebagai pemimpin yang membumi.
Sebaliknya, Dody dinilai sebagian publik memiliki gaya komunikasi yang lebih tegas dan keras. Beberapa pernyataannya di ruang publik kerap memicu perdebatan sehingga semakin memperkuat perbandingan dengan pendahulunya.
Perbandingan itu tidak berhenti pada gaya hidup dan cara berkomunikasi. Kinerja Kementerian PU di bawah kepemimpinan Dody juga mulai menjadi bahan evaluasi publik.
Saat Basuki menjabat, Kementerian PUPR identik dengan percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Berbagai proyek strategis seperti jalan tol, bendungan, irigasi, jembatan, hingga infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan masif. Basuki pun dikenal rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres pekerjaan sesuai target.
Sementara itu, di era Dody Hanggodo, sorotan publik justru lebih banyak datang dari berbagai kontroversi yang mencuat dibandingkan capaian pembangunan yang ditonjolkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah viralnya pembangunan sebuah jembatan di Aceh yang disebut dibiayai secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Peristiwa tersebut memancing kritik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan mengapa masyarakat harus bergotong royong mengumpulkan dana untuk membangun jembatan yang menjadi kebutuhan dasar, sementara di saat yang sama Menteri PU justru menjadi sorotan karena penggunaan private jet dan berbagai kontroversi lain yang berkaitan dengan fasilitas maupun keluarganya.
Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan akibat langsung dari kebijakan Menteri PU. Namun, peristiwa itu ikut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas kinerja kementerian dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Hingga kini, perbandingan antara Basuki Hadimuljono dan Dody Hanggodo terus bergulir di ruang publik. Bagi sebagian masyarakat, sosok Basuki dikenang karena kesederhanaan, kepemimpinan yang humanis, dan fokus pada penyelesaian proyek-proyek infrastruktur.
Sementara Dody masih menghadapi tantangan untuk membangun kepercayaan publik di tengah berbagai kontroversi yang terus mengiringi masa awal kepemimpinannya sebagai Menteri Pekerjaan Umum.