Survei terbaru yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (Celios) menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai menteri dengan kinerja paling rendah di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Dalam hasil survei publik, Bahlil memperoleh skor -1320, sementara pada survei penilaian ahli (expert judgment), ia mendapat skor -151.
Menanggapi hasil survei tersebut, Bahlil memilih untuk tidak bereaksi berlebihan. Saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, ia menyebut belum sempat membaca laporan survei tersebut.
“Saya belum baca, saya baca dulu ya,” ujarnya singkat, dikutip pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa kinerjanya selama satu tahun menjabat sebagai Menteri ESDM berjalan dengan baik.
Ia menilai tidak ada masalah berarti dalam pelaksanaan tugasnya.
“Semuanya baik, semuanya baik,” kata Ketua Umum Partai Golkar tersebut dengan nada santai.
Selain Bahlil, hasil survei Celios juga menunjukkan beberapa nama menteri lain yang dinilai memiliki kinerja rendah.
Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai berada di posisi kedua dengan skor -346, diikuti Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan skor -253.
Selanjutnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendapat skor -180, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan skor -170.
Survei Celios ini melibatkan 1.338 responden dari berbagai latar wilayah, mulai dari pedesaan, daerah pinggiran, hingga perkotaan.
Pengumpulan data dilakukan secara digital melalui iklan berbasis target di media sosial Facebook dan Instagram pada periode 2–17 Oktober 2025.
Hasil survei ini menjadi sorotan karena dilakukan bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo, di mana publik mulai menilai kinerja para menteri secara lebih terbuka.
Meski mendapat penilaian negatif dari masyarakat dan ahli, Bahlil tampak memilih bersikap tenang, menegaskan bahwa ia akan terus fokus menjalankan tugasnya di sektor energi nasional.