Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah Simeulue, Aceh, pada Kamis (27/11) pukul 11.56.24 WIB. BMKG melaporkan pusat gempa berada di laut pada jarak 1 kilometer arah selatan Simeulue pada kedalaman 14 kilometer. Getaran kuat dirasakan di berbagai daerah di Aceh hingga Sumatera Utara.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.
BMKG menyebut gempa ini merupakan kategori megathrust, melihat lokasi episentrum dan pola patahannya.
“Ini event megathrust banget. Karena lokasi episenternya dan bentuk patahannya yang naik (thrusting),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa zona megathrust memanjang dari Samudera Hindia barat Sumatera hingga NTT.
Menurut Daryono, gempa megathrust tidak selalu berkekuatan besar.
“Gempa 2,0 sampai 3,0 bisa disebut gempa megathrust kalau pusatnya di bidang kontak antarlempeng. Itu gempa megathrust. Puluhan gempa megathrust terjadi tiap hari magnitudo 2,0 sampai 3,0. Nggak dirasa hanya alat yang deteksi,” jelasnya.
Dampak dan Getaran di Berbagai Wilayah
Getaran gempa dirasakan kuat di beberapa wilayah Aceh, terutama Simeulue, dengan skala IV MMI, yang menandakan getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan membuat pintu serta jendela berderik. Getaran turut dirasakan di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, Abdya, Singkil, hingga wilayah Sumatera Utara seperti Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe, dan Medan.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Hingga saat ini terdapat laporan kerusakan ringan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.
Enam Gempa Susulan
BMKG mencatat adanya 6 gempa susulan hingga pukul 13.00 WIB dengan magnitudo terbesar M 4,8.
Menurut catatan BMKG, sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan utama.