Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Instruksi tersebut berlaku hingga kehidupan masyarakat terdampak di tiga provinsi itu benar-benar pulih.
Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah tetap siaga dan tidak melonggarkan upaya penanganan bencana meskipun bertepatan dengan libur perayaan Natal 2025.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis.
Pratikno menegaskan seluruh sumber daya nasional dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana hingga kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak membaik.
Ia mengatakan pemerintah pusat bersama BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus bekerja keras dalam penanganan darurat dan transisi menuju pemulihan.
Menurut Pratikno, fokus utama pemerintah adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Berkat kerja tersebut, sebanyak 12 dari total 52 kabupaten dan kota terdampak telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Namun, di Provinsi Aceh masih terdapat 10 kabupaten yang harus memperpanjang status tanggap darurat.
Perpanjangan status tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan warga terpenuhi dan daerah benar-benar siap memasuki tahap pemulihan pascabencana.
Dalam proses pemulihan, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.
Distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk ke wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Pratikno menegaskan berbagai upaya terus dilakukan agar desa-desa dengan akses terputus dapat segera dijangkau.
Pada momentum Natal 2025, Pratikno mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergotong royong membantu masyarakat terdampak bencana.
Ia berharap dukungan bersama dapat mempercepat pemulihan dan memastikan bantuan tepat sasaran.