Selasa, Juli 14, 2026

Prabowo Klaim Banyak Petani Liburan ke Luar Negeri, Benarkah?

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan mengenai semakin banyak petani Indonesia yang kini mampu berlibur ke luar negeri. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta.

“Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap hasil pembangunan dapat dirasakan hingga ke daerah, termasuk desa-desa yang menjadi pusat kegiatan pertanian.

Prabowo menilai peningkatan taraf hidup masyarakat menjadi salah satu tujuan utama pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong berbagai kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan bahwa pengembangan koperasi tidak dimaksudkan untuk mengurangi peran pelaku usaha lainnya. 

Ia menilai seluruh elemen ekonomi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan nasional.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sinergi antara koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan swasta, badan usaha milik daerah (BUMD), hingga badan usaha milik negara (BUMN) agar perekonomian nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Prabowo berharap kolaborasi seluruh sektor tersebut mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Meski demikian, pernyataan tersebut memunculkan berbagai tanggapan. Di sejumlah daerah, sebagian petani masih menghadapi beragam persoalan, seperti penyusutan dan kerusakan lahan akibat alih fungsi, fluktuasi harga hasil panen yang kerap anjlok saat musim panen raya, hingga tingginya biaya produksi, termasuk harga pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya.

Berbagai tantangan tersebut membuat sebagian kalangan mempertanyakan sejauh mana peningkatan kesejahteraan petani telah dirasakan secara merata. 

Muncul pula pertanyaan mengenai petani yang dimaksud Presiden, mengingat masih banyak petani yang mengaku menghadapi tekanan ekonomi akibat biaya produksi yang tinggi dan pendapatan yang tidak menentu.

Karena itu, pernyataan mengenai banyaknya petani yang kini mampu berlibur ke luar negeri menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi mengenai kondisi riil kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.