Selasa, Juni 9, 2026

Prabowo Mau Buat Penjara Khusus Koruptor di Pulau Terpencil, Publik Bereaksi Keras

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggemparkan publik dengan gagasan membangun penjara khusus bagi koruptor di sebuah pulau terpencil. Rencana ini digadang-gadang sebagai upaya ekstrem untuk memberikan efek jera dan mencegah para pencuri uang rakyat melarikan diri. Wacana ini mencuat di tengah meningkatnya tuntutan publik agar hukuman bagi koruptor lebih berat dan benar-benar menakutkan.

Dalam acara peluncuran mekanisme baru tunjangan guru ASN daerah di Jakarta, Prabowo menegaskan sikap kerasnya terhadap koruptor. Ia menekankan bahwa mereka yang merampas hak rakyat tidak boleh diberikan ruang gerak dan harus ditempatkan di lokasi yang benar-benar mengisolasi mereka dari masyarakat.

“Saya akan sisihkan dana untuk membangun penjara di tempat terpencil. Mereka nggak bisa ke mana-mana, kalau kabur pun, biar ketemu hiu,” ujar Prabowo dengan nada tegas di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Kamis (13/3/2025).

Dukungan dan Kritik Mengalir

Gagasan ini langsung memicu reaksi beragam. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mendukung gagasan bahwa hukuman bagi koruptor harus setimpal dengan kejahatan mereka.

“Setiap kesalahan harus mendapatkan hukuman yang pantas, korupsi itu merusak bangsa dan harus ditindak tegas,” ungkap Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Namun, tak sedikit pihak yang menganggap ide ini sekadar gimmick politik. Beberapa praktisi hukum mempertanyakan efektivitas penjara khusus ini. Menurut mereka, yang dibutuhkan bukan sekadar pengasingan fisik, tetapi juga penyitaan seluruh aset koruptor agar mereka benar-benar kehilangan hasil kejahatannya.

“Kalau hanya dipenjara di pulau terpencil tapi tetap bisa menikmati uang hasil korupsi, apa bedanya dengan hotel mewah?” kritik seorang pengamat hukum.

Akankah Rencana Ini Berjalan?

Wacana penjara khusus koruptor ini telah menjadi perbincangan luas di berbagai lapisan masyarakat. Ada yang menganggapnya sebagai langkah revolusioner, ada pula yang menyebutnya sekadar retorika belaka.

Apakah Prabowo benar-benar akan merealisasikan rencana ini, atau hanya sekadar lontaran wacana yang menguap begitu saja? Yang jelas, publik menunggu bukti nyata dalam perang melawan korupsi, bukan sekadar janji kosong. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari sang presiden. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.