Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pulau Buluh di Kota Batam yang sempat digadang-gadang menjadi percontohan penguatan ekonomi masyarakat pesisir, kini justru berhenti beroperasi. Gerai yang diresmikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad pada September 2025 itu hanya mampu bertahan sekitar tiga bulan sebelum akhirnya tutup pada Desember 2025.
Pantauan di lokasi menunjukkan gerai koperasi yang berada di RT 05 RW 02, Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, sudah tidak lagi digunakan. Etalase dan rak penjualan tampak kosong tanpa aktivitas. Di sekitar gerai, justru warung-warung milik warga masih aktif melayani penjualan kebutuhan pokok, ikan segar, sayuran, hingga makanan dan minuman.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan koperasi tersebut memiliki 49 anggota dengan tiga unit usaha, yakni gerai sembako, pangkalan LPG 3 kilogram, dan agen BRILink. Namun, berdasarkan laporan pengurus, operasional koperasi terhenti sejak Desember 2025.
“Beliau kewalahan mengurus koperasi sendirian tanpa didampingi pengurus lain yang sibuk dengan urusan masing-masing. Akibatnya, operasional koperasi tidak dapat dipertahankan dan kegiatan usaha dihentikan,” ujar Salim.
Seorang warga mengungkapkan, selama beroperasi koperasi memang sempat menawarkan sembako dan LPG 3 kilogram dengan harga lebih murah dibandingkan warung sekitar. Selisih harga beberapa barang bahkan mencapai sekitar Rp2.000. Namun, kondisi tersebut tidak cukup menarik minat masyarakat.
“Sepi yang beli. Barangnya juga tidak lengkap. Warga lebih memilih belanja di warung yang dekat rumah,” kata seorang warga.
Selain kelengkapan barang, lokasi gerai yang dinilai cukup jauh dari permukiman warga juga disebut menjadi penyebab rendahnya jumlah pembeli. Bangunan yang digunakan merupakan rumah sewa dengan masa kontrak enam bulan senilai sekitar Rp4,2 juta. Meski sempat beroperasi dari pagi hingga malam, koperasi akhirnya menghentikan seluruh aktivitas usahanya.
Padahal saat diresmikan pada 17 September 2025, KKMP Pulau Buluh disebut sebagai koperasi pertama yang diresmikan di Batam dan digadang-gadang menjadi tonggak baru penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Kini, tutupnya koperasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pengelolaan dan keberlanjutan program koperasi yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.