Minggu, September 13, 2026

Bos Gudang Garam Curhat Pilu! Harga Rokok Rp26 Ribu, Ternyata Rp19 Ribunya Masuk ke Kantong Negara!

Harga rokok yang dibayar konsumen ternyata tak semuanya masuk ke kantong produsen. PT Gudang Garam Tbk mengungkap besarnya pungutan negara yang harus ditanggung produsen rokok legal di tengah persaingan dengan rokok ilegal.

Direktur Gudang Garam Heru Budiman mengatakan, satu bungkus rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) isi 12 batang yang dijual sekitar Rp26.000 harus dipotong sekitar Rp19.000 untuk cukai, PPN, dan pajak rokok.

Dengan demikian, perusahaan hanya menyisakan sekitar Rp7.000 dari setiap bungkus yang terjual. Nilai tersebut masih harus digunakan untuk membiayai bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga gaji karyawan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena produsen rokok ilegal tidak menanggung pungutan cukai seperti produsen resmi. Dengan beban yang lebih rendah, rokok ilegal dapat dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000 per bungkus.

Tekanan persaingan tersebut turut tercermin dari kinerja Gudang Garam. Volume penjualan perusahaan tercatat turun 13,6 persen pada semester I 2026.

Di sisi lain, konsumen mulai bergeser ke Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang memiliki beban cukai lebih rendah, yakni sekitar Rp6.837 per bungkus. Pangsa SKT meningkat dari 27,1 persen pada 2023 menjadi 33,4 persen pada semester I 2026.

Menariknya, penurunan volume penjualan tidak otomatis membuat laba bersih Gudang Garam ikut turun. Laba perusahaan justru meningkat, salah satunya ditopang pelunasan utang yang membuat beban bunga menjadi lebih rendah.

Kondisi tersebut kembali menyoroti persoalan klasik industri hasil tembakau: produsen legal dibebani berbagai pungutan negara, sementara rokok ilegal dapat menawarkan harga jauh lebih murah karena tidak membayar cukai.

Persaingan harga akhirnya bukan hanya menjadi persoalan bisnis bagi produsen legal, tetapi juga menyangkut efektivitas pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di pasar.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.