Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang diterpa kasus dugaan keracunan di sejumlah daerah, tetapi Presiden Prabowo Subianto tetap membawa misi “memberi makan rakyat” ke panggung dunia.
Dalam KTT ke-18 BRICS 2026 di India, Prabowo menyebut pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai salah satu fondasi untuk membangun bangsa yang tangguh dan mandiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbatas KTT BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Ia menilai kekuatan sebuah bangsa berawal dari kondisi rakyat di dalam negeri.
Prabowo awalnya menyinggung Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955. Menurutnya, negara-negara yang baru merdeka saat itu mampu memperkuat posisi mereka dengan bersatu sebagai mitra yang setara.
“Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui kerja sama internasional, tetapi juga dari dalam negeri. Rakyat, kata dia, harus mendapatkan makanan, pendidikan, serta kesempatan untuk hidup sejahtera.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun bangsa yang mandiri dan tangguh. Gagasan itu disampaikan saat pelaksanaan MBG di dalam negeri masih mendapat sorotan akibat munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan.
Bagi Prabowo, memberikan makan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat merupakan bagian penting dari strategi memperkuat Indonesia. Ia pun membawa gagasan tersebut dalam forum negara-negara BRICS sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan kolektif negara-negara berkembang.