Selasa, Juni 2, 2026

Titiek Soeharto Kritik Impor Kedelai Masih Tinggi, Kita Pemakan Tahu Tempe !

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mempertanyakan alasan Indonesia masih bergantung pada impor kedelai meski masyarakat sangat bergantung pada tahu dan tempe sebagai pangan sehari-hari.

Ia menyoroti kebutuhan nasional yang mencapai 2,9 juta ton per tahun, sementara produksi lokal hanya berkisar 300 hingga 400 ribu ton sehingga impor harus ditutup dengan 2,6 juta ton kedelai setiap tahun.

Titiek mengapresiasi upaya swasembada beras dan jagung, tetapi ia menilai kedelai belum mendapat perhatian yang sama.

Ia mendorong agar pemerintah menghidupkan kembali program Pajale yang pernah menargetkan peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan rancangan peningkatan produksi kedelai.

Ia menyebut telah dilakukan dua kali rapat terbatas dan saat ini sedang menyelesaikan perhitungan anggaran dengan progres sekitar 60 hingga 70 persen untuk mempersiapkan penanaman di lahan yang lebih luas.

Sorotan terhadap pasokan kedelai juga datang dari Badan Gizi Nasional karena kebutuhan tahu dan tempe untuk program Makan Bergizi Gratis mencapai 200 hingga 300 kilogram per hari.

Pemerintah menyiapkan sistem produksi terintegrasi mulai dari pakan hingga peternakan di lahan 500 ribu hektare untuk memastikan kebutuhan MBG dapat terpenuhi tanpa memicu inflasi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.