Minggu, Juli 5, 2026

Tuhan Yesus Sumber Kasih Karunia, Spirit, dan Kekuatan

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Mimbar Katolik kali ini merupakan buah pikir dan tulisan Fransiskus Kariyanto (Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kemenag Jawa Tengah) yang dikutip secara utuh dari laman Kementrian Agama RI, Kemenag.go.id.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Sudah menjadi hal yang umum bahwa ketika manusia mengalami segala permasalahan atau tantangan dalam kehidupannya, seringkali merasa putus asa, cemas, bimbang, takut, ragu, tidak berdaya, bingung, sedih, frustasi, dan kecewa. Dan karenanya, kemudian manusia ingin menghindari atau bahkan lari dari segala permasalahan yang hadapinya.

Bacaan Injil Yohanes 6:1-15 pada Pekan Biasa XVII ini sungguh luar biasa dan menarik perhatian kita, karena Tuhan Yesus melakukan salah satu mukjizat-Nya yang besar di hadapan orang banyak yang mengikuti dan bersama-Nya serta para murid-Nya agar dapat memperoleh pemahaman dan sikap yang benar tentang siapa Yesus dan apa yang akan dilakukan-Nya. Tuhan Yesus menantang dan menyadarkan kita bagaimana seharusnya menghadapi dan mencari solusi atas segala permasalahan dan tantangan yang kita alami atau hadapi dalam kehidupan.

Tuhan Yesus telah menyatakan diri-Nya, bahwa di dalam Dia ada kasih karunia dan pengharapan; ada sumber kekuatan dan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Orang banyak yang ada bersama-sama dengan Yesus dan lapar dipenuhi kebutuhannya, “5000 orang laki-laki (tidak termasuk perempuan dan anak-anak) makan sampai kenyang dan bahkan masih ada kelebihan makanan” (ayat 10-13).

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Di dalam kehidupan dan menghadapi segala permasalahan, kita dapat bersikap dan bertindak seperti Filipus yang menyelesaikan permasalahan dengan metode kalkulasi perhitungan mental matematis, analisis, dan rasional dan/atau seperti Andreas yang bisa terbuka terhadap orang lain, bahkan kepada anak kecilpun, karena Andreas memiliki kepekaan rohani yang baik dan melihat akan datangnya kebaikan dari orang lain. Andreas mau bekerja sama dengan siapapun. Apa yang sudah diperbuat oleh kedua murid Tuhan Yesus tersebut, sebagai manusia tentu merupakan hal yang baik, tetapi belum mencukupi dan sempurna.

Karena kedua murid tersebut mengatasi permasalahan dengan hanya menyandarkan diri dan orang lain saja, serta belum memasrahkan dan melibatkan Tuhan Yesus. Oleh karena itu, Tuhan Yesus melakukan mukjizat-Nya, supaya semua orang melihat, mengetahui, dan percaya bahwa di dalam setiap pergumulan kehidupan tidaklah cukup manusia mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, melainkan harus hidup dan bersandar serta memercayakan semuanya kepada belas kasih karunia Tuhan. Sehingga, apapun kesulitan dan permasalahan hidup pasti ada jalan keluarnya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Yesus mengetahui kelemahan kita, memahami kebutuhan kita, melihat kedegilan hati kita, kekerasan kepala kita, bahkan kesombongan kita. Karenanya, melalui mukjizat lima roti dan dua ekor ikan, Tuhan Yesus hendak menunjukkan dan mencelikkan mata hati kita bahwa hidup di hadirat Tuhan Yesus ada sumber kegembiraan, suka cita, kasih karunia, pembebasan, dan kehidupan (kekal) yang berlimpah. Marilah kita datang dan hidup bersama-Nya, karena di dalam DIA segala belenggu kuk dipatahkan, yang lemah dan letih lesu serta berbeban berat dikuatkan, dan dibebaskan. Percayalah kepada-Nya dan biarkan Dia memasuki dan tinggal di hati kita serta menunjukkan kepada kita bagaimana kuat kuasa-Nya menjadi nyata dalam kelemahan lima roti dan dua ekor ikan.

Di dalam manusia yang lemah dan tidak berdaya ini, ketika manusia menyandarkan dan menyatukan dirinya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan menjadi kuat, karena: “justru di dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna” (2 Kor 12:9). Tuhan Yesus adalah sumber kasih karunia, spirit, dan kekuatan yang memampukan manusia untuk bisa menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapinya. Pemahaman dan kepercayaan yang benar kepada Tuhan Yesus yang demikianlah, seharusnya menjadi sikap dasar kehidupan orang Kristiani untuk menjalani dan menghadapi segala permasalahan dan menatap masa depan yang lebih baik.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Fransiskus Kariyanto (Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kemenag Jawa Tengah)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.