MELIHAT INDONESIA, BANYUMAS – Masjid Saka Tunggal di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon dianggap sebagai salah satu peninggalan penyebaran agama Islam yang tertua di wilayah Banyumas. Masjid ini dibangun oleh Kyai Mustolih pada tahun 1288 seperti yang tertulis pada Saka Guru (Tiang Utama) masjid ini.
Disebut Saka Tunggal atau Satu Tiang karena masjid ini mempunyai keunikan tiang penyangga utama bangunannya yang hanya berjumlah satu tiang. Di sekitar masjid yang masih hutan juga mempunyai keunikan, yaitu sekawan kera ekor panjang yang kerap turun di wilayah sekitar masjid untuk menghampiri para pengunjung. Mereka tergolong jinak dan tidak mengganggu, hanya saja pengunjung tetap diharapkan untuk lebih berhati-hati karena jumlah mereka yang cukup banyak.
Menukil WIkipedia, masjid ini dibangun pada tahun 1288 M (687 H) seperti yang tertulis pada Saka Guru (Tiang Utama) masjid ini. Tahun pembuatan masjid ini lebih jelas tertulis pada kitab-kitab yang ditinggalkan pendiri masjid ini, yaitu Kyai Mustolih. Namun, kitab-kitab tersebut telah hilang bertahun-tahun yang lalu.
Masjid Saka Tunggal didirikan oleh Kiai Mustolih yang cukup lama tinggal di Desa Cikakak untuk berdakwah. Masyarakat Cikakak saat itu masih banyak yang melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Islam.
Kiai Mustholih berpikir diperlukan adanya masjid sebagai pusat dalam menyebarkan dakwah. Dengan alasan tersebut, sebuah masjid pun dibangun. Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Saka Tunggal Baitussalam. Masjid ini digunakan sebagai pusat dakwah Kiai Mustolih. Masjid ini disebut Saka Tunggal karena tiang penyangga bangunan masjid ini, dulunya hanya satu tiang (tunggal).
Di masjid ini juga ada hutan – hutan yang dihuni oleh ribuan kera liar yang berkeliaran di sekitar area masjid. Meskipun tergolong hewan liar, kera-kera tersebut jinak dan bersahabat selama tidak diganggu. Kera-kera tersebut sering turun ke sekitar masjid dan perumahan warga. Pengunjung bisa mengajak mereka bercengkerama dengan sekedar memberi kacang, pisang, atau makanan kecil lainnya. (Sumber Wikipedia)