Jumat, April 17, 2026

Salju Dieng Antara Disambut Gempita Wisatawan dan Meruginya Petani Kentang

MELIHAT INDONESA – Salju di Dieng atau masyarakat etempat menyebutnya embun upas (bun upas) memiliki dua mata pisau. Disisi lain ditunggu oleh wisatawan lantaran dianggap fenomena langka.

Disisi lain yang dianggap indah oleh wisatawan jutru sangat ditakuti oleh petani setempat. Lantaran dengan datangnya hal tersebut hampir dipastikan pertanian akan gulung tikar tanpa menunggu waktu lama.

Di satu sisi, kehadiran salju di Dieng merupakan keajaiban alam yang jarang terjadi di daerah tropis seperti Indonesia.

Wisatawan yang tertarik dengan fenomena ini sering kali datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikannya secara langsung dan merasakan sensasi unik yang ditawarkannya.

Bagi mereka, salju di Dieng adalah momen yang langka dan berharga yang layak untuk diabadikan dalam kenangan seumur hidup.

Namun, bagi petani setempat, kehadiran salju membawa dampak yang serius terhadap mata pencaharian mereka.

Tanaman pertanian yang rentan terhadap suhu dingin akan mati atau rusak akibat salju tersebut, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan dan mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga mereka.

Oleh karena itu, meskipun fenomena salju di Dieng menjadi daya tarik wisata yang menarik, bagi masyarakat setempat, itu adalah tantangan yang harus mereka hadapi dengan kesulitan dan kekhawatiran akan masa depan mereka.

Keberadaan embun es digambarkan layaknya sensasi negeri empat musim yang tertutup salju. Wisatawan pun berdatangan ke Dataran Tinggi Dieng. Mereka berharap bisa menyaksikan secara langsung.

Bak pisau bermata dua, di luar dampak positif embun es yang menaikkan tingkat kunjungan turis, rupanya embun es juga amat ditakuti oleh petani Dieng, terutama petani kentang. Sebab itu, embun es oleh masyarakat lokal disebut Bun upas, atau embun beracun.

Embun es disebut embun beracun atau Bun upas bukan lantaran dapat mematikan manusia atau hewan. Ia, berbahaya bagi tanaman kentang dan sayuran petani Dieng.

Fenomena embun es hampir selalu disertai dengan rusaknya tanaman kentang petani. Hanya saja, skalanya yang berbeda.

Kadang berdampak kecil dan meliputi kawasan tak terlampau luas, lain waktu berdampak signifikan dan berskala luas.

Fenomena embun es atau banyak yang menyebutsalju Dieng, nyaris muncul tiap tahun. Namun, BMKG sendiri tak bisa memperkirakan waktu tepat kapan embun es bakal muncul.

Hanya saja, sejumlah parameter bisa menjadi tanda munculnya embun es. Antara lain, suhu siang rata-rata yang turun kisaran 10-12 derajat Celcius. Bisa dipastikan, pada dini hari suhu akan turun lagi di kisaran lima derajat Celsius. Saat itu lah, embun es berpotensi muncul.

Embun es akan di dekat permukaan tanah. Embun yang menempel di rumput atau tanaman kentang itu membeku.

Biasanya, Juli dan Agustus adalah puncak kemarau. Ini adalah Waktu yang diprediksi munculnya salju Dieng.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.