MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Setelah Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto resmi mengumumkan jajaran Kabinet Merah Putih pada Minggu malam, 20 Oktober 2024, sejumlah nama besar yang sebelumnya diprediksi akan masuk kabinet justru tak terlihat dalam daftar menteri dan wakil menteri. Di antara nama-nama yang tak tampak adalah Raffi Ahmad dan Yovie Widianto, meskipun mereka sempat diundang ke kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Raffi Ahmad dan Yovie Widianto, bersama tokoh-tokoh lainnya seperti Budiman Sudjatmiko, Dudung Abdurahman, dan Gus Miftah, telah dipanggil oleh Prabowo. Namun, pada saat pengumuman resmi kabinet Prabowo-Gibran di Istana Negara, nama-nama mereka tidak muncul dalam daftar posisi menteri.
Menurut keterangan dari politisi PAN, Bima Arya Sugiarto, Raffi Ahmad dan Yovie Widianto akan menduduki posisi sebagai staf khusus presiden, bukan sebagai menteri. “Saya dengar Raffi Ahmad dan Yovie akan menjadi staf utusan khusus presiden,” ujar Bima Arya setelah mengikuti acara pembekalan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Dalam pertemuan sebelumnya, Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya diminta untuk membantu Prabowo dalam menjalankan pemerintahan, terutama dalam bidang yang dikuasainya, seperti generasi muda dan kesenian. Raffi pun menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi sesuai dengan kapasitasnya. “Saya siap membantu di bidang yang saya kuasai, terutama untuk kemajuan negara,” ujar Raffi.
Sementara itu, Yovie Widianto menegaskan bahwa fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi kreatif. Dalam keterangannya, Yovie menjelaskan bahwa ia telah memberikan masukan kepada Prabowo mengenai pentingnya mempercepat pemberdayaan di sektor ini, mengingat pengalamannya yang luas dalam industri kreatif selama lebih dari 40 tahun. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai jabatan yang akan diembannya, Yovie menegaskan dirinya siap membantu pemerintahan Prabowo-Gibran.
Presiden Prabowo sendiri, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2011, memiliki 12 staf khusus presiden yang bertugas di berbagai bidang strategis, seperti hubungan internasional, komunikasi politik, pemberdayaan daerah, perubahan iklim, hingga bantuan sosial dan penanggulangan bencana. Staf khusus ini, termasuk utusan khusus presiden seperti yang akan diemban Raffi Ahmad dan Yovie Widianto, bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan dikoordinasikan oleh Sekretaris Kabinet. (**)