Mantan Wali Kota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo atau FX Rudy mengklaim ramainya kunjungan masyarakat ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo tidak terjadi sepenuhnya secara alami.
Menurutnya, ada pihak yang mengarahkan pengunjung, termasuk wisatawan yang datang ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, untuk mampir ke rumah Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan FX Rudy dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal yang dikutip pada Kamis (30/7/2026). Ia menilai keramaian di rumah Jokowi umumnya hanya terjadi pada masa libur.
“Lihat saja, saat liburan ramai dan tidak ada libur kan sepi. Ada yang mengarahkan, ada yang memberi uang saku,” kata FX Rudy.
Selain menyoroti fenomena tersebut, Rudy juga mengungkap alasan hubungannya dengan Jokowi mulai merenggang sejak 2019. Menurutnya, saat itu Jokowi datang meminta dukungan agar putranya, Gibran Rakabuming Raka, diusung sebagai calon Wali Kota Surakarta.
Rudy mengaku menolak usulan tersebut karena DPC PDIP Solo telah memiliki kandidat sendiri. Ia juga menilai Gibran saat itu belum memiliki pengalaman memimpin maupun berorganisasi di tingkat masyarakat.
“Gibran belum belajar, belum pernah menjadi pengurus RT maupun RW. Pak Jokowi juga pernah menyampaikan, anaknya tidak akan berpolitik,” ujarnya.
Meski demikian, Gibran akhirnya memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada Surakarta. Sebagai kader partai, Rudy mengaku tetap menjalankan keputusan tersebut.
“Sejak dia minta anaknya menjadi wali kota, saya tidak pernah komunikasi. Jika terpaksa bertemu, mungkin Tuhan yang mengatur,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Joko Widodo maupun pihak terkait mengenai klaim FX Rudy tersebut. Seluruh pernyataan dalam artikel ini merupakan pengakuan FX Rudy dan belum dapat diverifikasi secara independen.