MELIHAT INDONESIA – Susu Kental Manis (SKM) sering dianggap sebagai susu oleh sebagian masyarakat, tetapi sebenarnya SKM bukanlah susu yang ideal untuk dikonsumsi sebagai pengganti susu oleh anak-anak, terutama balita.
Berikut adalah beberapa bahaya SKM jika dikonsumsi secara berlebihan atau dijadikan pengganti susu:
- Kandungan Gula Tinggi
•SKM mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi. Konsumsi gula berlebihan pada anak dapat menyebabkan:
Obesitas: Penumpukan kalori dari gula.
Kerusakan Gigi: Gula berlebih dapat memicu gigi berlubang.
Risiko Diabetes Tipe 2: Paparan gula berlebih sejak kecil meningkatkan risiko diabetes di masa depan. - Rendah Nutrisi
•SKM tidak mengandung gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak. Kandungan protein, kalsium, dan mikronutriennya jauh lebih rendah dibandingkan susu segar atau formula. - Salah Kaprah Penggunaan
•Banyak orang tua yang salah memahami SKM sebagai susu utama untuk anak. Padahal, SKM lebih cocok sebagai bahan tambahan (seperti untuk pelengkap minuman atau makanan penutup). - Berisiko Mengganggu Pertumbuhan
•Jika SKM menggantikan susu yang lebih bergizi, anak dapat mengalami defisiensi zat-zat penting seperti protein, kalsium, dan vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan otak. - Potensi Masalah Kesehatan Jangka Panjang
•Konsumsi gula tinggi sejak usia dini bisa menyebabkan:
Penyakit kardiovaskular di usia dewasa.
Gangguan metabolisme.
Pola makan tidak sehat akibat terbiasa dengan rasa manis.
Rekomendasi:
•Jangan gunakan SKM sebagai susu utama untuk anak.
•Pilih susu segar, UHT, atau susu formula yang sesuai dengan usia anak.
•Batasi penggunaan SKM hanya sebagai pelengkap dan tetap diawasi jumlahnya.
•Edukasi diri dan keluarga tentang pentingnya membaca label makanan agar tidak salah paham terhadap produk seperti SKM. (*)