Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Blora memperingati HUT ke-3 dengan mengusung tema “Merawat Negeri, Menjaga Harmoni” di Pondok Pesantren Al Mujahidin Randublatung, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan diisi dengan seminar, cek kesehatan gratis, bakti sosial, penanaman pohon, pelepasan burung merpati, hingga penyerahan Sedekah Pohon. Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kontribusi IPARI dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengucapkan selamat memperingati HUT IPARI yang ke-3. Di usia yang masih muda ini, IPARI telah menunjukkan peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam membangun mental, spiritual, dan kohesi sosial masyarakat. Sesuai dengan tema hari ini, Merawat Negeri, Menjaga Harmoni, komitmen ini harus terus kita tancapkan kuat-kuat di Blora,” ujar Bupati.
Pada momentum tersebut, IPARI juga meluncurkan gerakan Jejak Jati (Jaga Ekoteologi, Jalin Persaudaraan, Tanam Iman) yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Blora.
“Saya mengapresiasi gagasan luar biasa hari ini, yaitu gerakan Jejak Jati (Jaga Ekoteologi, Jalin Persaudaraan, Tanam Iman). Filosofi ini sangat mendalam,” katanya.
Menurut Bupati, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Melalui dimensi Ekoteologi, kita disadarkan bahwa merawat alam adalah bagian langsung dari manifestasi keimanan. Agama tidak hanya mengatur hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta atau horizontal dengan sesama manusia, tetapi juga hubungan sirkular dengan alam semesta,” ungkapnya.
Pemkab Blora juga mendukung program Gembol Catin (Gerakan Ekoteologi Memberi Bibit Pohon Oleh Calon Pengantin) yang mengajak pasangan calon pengantin menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sejak membangun rumah tangga.
“Hari ini, komitmen ekoteologi itu kita wujudkan secara nyata melalui aksi Sedekah Pohon serta simbolis penyerahan dan penanaman pohon lewat program Gembol Catin,” tegas Bupati.
Melalui program tersebut, diharapkan setiap pernikahan tidak hanya melahirkan keluarga yang sakinah, tetapi juga meninggalkan manfaat bagi lingkungan melalui budaya menanam pohon.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar IPARI Kabupaten Blora yang terus menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan peduli terhadap kelestarian alam. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi amal kebaikan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan masa depan Blora,” pungkasnya.