Sabtu, Juli 11, 2026

Demi Pendidikan Anak, Warga Pedalaman Lampung Patungan Beli Tanah hingga Bangun Sekolah Secara Swadaya

Warga juga patungan membeli tanah yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah agar sekolah memiliki status jelas dan berpeluang mendapat dukungan.

Semangat gotong royong ditunjukkan warga Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, demi menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah pedalaman. Secara swadaya, masyarakat membangun sebuah sekolah sederhana setelah selama ini proses belajar mengajar hanya berlangsung berpindah-pindah di rumah warga.

Keputusan membangun sekolah diambil karena jumlah peserta didik terus bertambah sehingga sistem belajar dari rumah ke rumah dinilai sudah tidak lagi memadai. Warga kemudian berinisiatif mengumpulkan dana bersama untuk membeli lahan sebagai lokasi pembangunan sekolah.

Pembangunan dilakukan dengan mengandalkan tenaga masyarakat setempat. Warga bergotong royong mengangkut kayu dari hutan, membawa daun kirai sebagai bahan atap, hingga bekerja bersama mendirikan bangunan sekolah tanpa bergantung pada bantuan pihak lain.

Tak hanya membangun gedung, masyarakat juga patungan membeli sebidang tanah yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar status lahan sekolah memiliki kepastian hukum sekaligus membuka peluang memperoleh dukungan dari pemerintah di masa mendatang.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil. 

Di saat pemerintah tengah menggencarkan berbagai program pemerataan pendidikan, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), warga di Pedukuhan Batu Nyangka justru harus mengandalkan kemampuan sendiri untuk menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak mereka.

Situasi tersebut juga menggambarkan besarnya kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan pendidikan generasi penerus. 

Bagi warga, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan harapan agar anak-anak di wilayah pedalaman memiliki kesempatan belajar yang setara dengan daerah lain. Karena itu, mereka memilih bergotong royong daripada menunggu kepastian bantuan yang belum kunjung datang.

“Dulu anak-anak masih belajar di rumah-rumah warga. Setelah murid mulai banyak, kami gotong royong membangun sekolah,” kata tokoh masyarakat Batu Nyangka, Junaidi.

Menurut Junaidi, pembangunan sekolah merupakan wujud kepedulian warga terhadap masa depan pendidikan anak-anak di daerah mereka. Dengan adanya bangunan permanen, masyarakat berharap kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan berkelanjutan.

Pemerintah Pekon Tanjung Raja menyatakan siap mendukung langkah tersebut, termasuk membantu proses administrasi hibah tanah dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus. 

Warga pun berharap sekolah tersebut nantinya memperoleh tenaga pendidik, sarana belajar, serta dukungan pemerintah sehingga anak-anak di wilayah pedalaman dapat menikmati layanan pendidikan yang lebih layak seperti daerah lainnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.