Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah laporan keuangannya menunjukkan sisa hasil usaha (SHU) yang relatif kecil. Selama enam bulan pertama beroperasi, koperasi percontohan tersebut hanya membukukan laba bersih sebesar Rp78 ribu.
Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada awal Juli 2026, perolehan tersebut merupakan akumulasi laba selama periode Juli hingga Desember 2025. Nilai keuntungan itu kemudian memicu perhatian publik mengingat gerai koperasi berada di kawasan komersial yang ramai dan menjadi salah satu proyek percontohan pemerintah.
Lokasi gerai yang berada di area basement Blok M Hub sebenarnya memiliki potensi pasar yang besar karena menjadi titik integrasi berbagai moda transportasi. Namun, tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan volume transaksi yang diperoleh koperasi.
Pengurus koperasi menjelaskan bahwa usaha tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Karena itu, sebagian besar pendapatan yang diperoleh masih digunakan untuk menutup biaya operasional dan menjaga keberlangsungan usaha, sehingga keuntungan bersih yang tersisa masih sangat terbatas.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Merah Putih Melawai, Paiman, mengakui pihaknya juga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah anggota. Upaya mengajak warga bergabung menjadi anggota koperasi disebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar aktivitas usaha dapat berkembang.
Perolehan SHU yang hanya mencapai puluhan ribu rupiah pun memunculkan perbandingan dengan usaha ritel lain di sekitar kawasan Blok M, mulai dari warung kelontong hingga toko modern yang dinilai mampu menghasilkan keuntungan lebih besar.
Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai sendiri merupakan bagian dari program pemerintah dalam membangun ribuan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Program tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.