Selasa, Juli 14, 2026

Kontroversi Donasi Agus Salim Putus, Dana Rp 1,3 Miliar Akhirnya Dialihkan untuk Korban Bencana

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kasus donasi Rp 1,3 miliar yang semula diperuntukkan bagi Agus Salim, korban penyiraman air keras yang mengaku kehilangan penglihatannya, akhirnya mencapai penyelesaian. Perseteruan panjang antara Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi, yang dikenal sebagai Teh Novi, berakhir dengan keputusan untuk mengalihkan donasi tersebut kepada korban bencana alam di Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara Timur.

Keputusan ini diumumkan dalam podcast Denny Sumargo. Dalam kesempatan itu, Teh Novi hadir bersama Gerry, rekannya dari Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan (RPK), dan menyampaikan penjelasan terkait alokasi dana. Teh Novi juga menyerahkan bukti mutasi rekening Yayasan RPK, yang menunjukkan saldo akhir sebesar Rp 1,3 miliar. “Saya menunjukkan bukti keluar masuknya dana,” tegasnya.

Teh Novi mengungkapkan bahwa tanggung jawabnya terhadap Agus Salim telah selesai. Menurutnya, berbagai prosedur yang ditawarkan oleh pihak yayasan tidak diikuti oleh Agus Salim. Donasi awalnya ditujukan untuk pengobatan mata Agus Salim di rumah sakit khusus. Namun, berkali-kali undangan dan tawaran deposit dari pihak yayasan tidak direspon. “Kita bahkan bilang kita depositkan di rumah sakit JEC. Berapa nominalnya kita siapkan, tapi berkali-kali tidak datang dan pada akhirnya kita dilaporkan,” ujar Teh Novi.

Sementara itu, Gerry menjelaskan bahwa pengalihan dana telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial. Ia menambahkan bahwa alokasi dana untuk korban bencana alam dipilih karena prosedurnya lebih mudah dan sesuai dengan misi kemanusiaan yayasan. “Dalam hal ini kami berkoordinasi dengan instansi terkait. Penyaluran yang paling mudah perizinannya adalah bencana alam. Rencananya akan disalurkan kepada korban bencana Gunung Lewotobi,” kata Gerry.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap Agus Salim tetap tinggi. Beberapa warganet mulai mencurigai kondisi matanya, yang diduga masih bisa melihat. Dalam sebuah video TikTok, Agus Salim sempat mengomentari pencahayaan ruangan, memicu spekulasi lebih lanjut. “Ya lumayan lah, nggak terlalu gelap,” ujar Agus dalam video tersebut, sebelum menambahkan bahwa ia tidak bisa melihat sambil tertawa kecil.

Farhat Abbas, pengacara Agus Salim, turut menjadi sorotan dalam kasus ini. Farhat mengaku kerepotan mengurus Agus, terutama dalam hal keuangan. Ia menyebut bahwa Agus pernah kehilangan uang senilai Rp 15 juta di rumahnya, yang menyebabkan perselisihan di antara penghuni rumah. “Makanya ribet tuh ngurus orang buta. Entar kalau dia bilang cincinnya hilang, cincin yang mana nggak tahu kan?” ujar Farhat.

Kasus ini akhirnya menjadi pembelajaran penting tentang transparansi dan kepercayaan dalam pengelolaan donasi. Keputusan untuk mengalihkan dana kepada korban bencana diharapkan dapat mengakhiri polemik yang telah berlangsung lama. Dengan langkah ini, Yayasan RPK menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan secara transparan dan bertanggung jawab. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.