Selasa, Mei 26, 2026

Lapas Kutacane Jebol! Puluhan Napi Kabur Jelang Buka Puasa

MELIHAT INDONESIA, ACEH UTARA – Kutacane digemparkan dengan kaburnya puluhan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane pada Senin, 10 Maret 2025. Insiden ini terjadi tepat menjelang waktu berbuka puasa, sekitar pukul 18.20 WIB. Para napi nekat melarikan diri dengan menjebol atap dan menerobos pintu utama Lapas.

Seorang saksi mata, Riko, menyebutkan bahwa kejadian itu berlangsung begitu cepat. Para tahanan berhamburan keluar, bahkan ada yang berlari di atas atap gedung Lapas. Kepanikan melanda warga sekitar yang saat itu tengah membeli takjil di pinggir jalan depan Lapas.

Momen dramatis itu pun sempat terekam kamera warga. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa tahanan melompati pagar dan berlarian ke berbagai arah. Situasi pun semakin kacau karena petugas Lapas tampak kewalahan menghadapi gelombang pelarian massal ini.

Pihak kepolisian Polres Aceh Tenggara langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Hingga pukul 20.10 WIB, sejumlah napi berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolres Aceh Tenggara. Namun, sebagian lainnya masih dalam pelarian.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan suasana yang mencekam. Aparat kepolisian dan TNI terus berjaga di dalam dan luar area Lapas. Lampu sorot dinyalakan untuk membantu penyisiran terhadap para napi yang masih buron.

Hingga saat ini, Kalapas Kutacane dan Kapolres Aceh Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah napi yang kabur serta penyebab insiden tersebut. Pihak berwenang masih fokus pada pengejaran dan pengamanan area Lapas.

Sementara itu, beredar dugaan bahwa aksi kaburnya para napi telah direncanakan dengan matang. Pasalnya, metode pelarian dengan menjebol atap dan menerobos pintu utama menunjukkan adanya persiapan yang sistematis.

Sejumlah warga sekitar mengaku khawatir dengan keberadaan para napi yang kini berkeliaran. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para buronan agar situasi kembali kondusif.

Di sisi lain, muncul spekulasi bahwa ada kelalaian dari pihak Lapas sehingga memungkinkan terjadinya insiden ini. Beberapa pihak mendesak dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap bagaimana napi bisa melarikan diri dalam jumlah besar.

Kondisi Lapas Kutacane sendiri dikabarkan mengalami kelebihan kapasitas. Situasi ini diduga menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpuasan di kalangan narapidana hingga berujung pada aksi pelarian.

Meski demikian, pihak berwenang belum memberikan kepastian apakah ada napi berstatus kasus berat yang ikut melarikan diri. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada keamanan masyarakat.

Hingga larut malam, polisi masih menyisir berbagai titik yang diduga menjadi tempat persembunyian para napi. Operasi pencarian diperluas ke daerah perkebunan dan pemukiman sekitar.

Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika melihat individu mencurigakan. Beberapa posko pengaduan telah disiapkan untuk mempercepat koordinasi dengan aparat keamanan.

Peristiwa ini menambah catatan hitam dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Kasus kaburnya napi bukan kali pertama terjadi, dan selalu menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan serta sistem keamanan di dalam Lapas.

Para ahli hukum menilai kejadian ini harus menjadi alarm bagi Kementerian Hukum dan HAM untuk segera mengevaluasi kondisi Lapas yang ada, terutama terkait faktor keamanan dan kesejahteraan narapidana.

Di tengah upaya pengejaran, pihak berwenang terus melakukan pendataan guna memastikan jumlah napi yang kabur serta identitas mereka. Publik pun menanti tindakan tegas dari aparat terhadap pelaku utama yang diduga menjadi dalang di balik pelarian ini.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Lapas Kutacane masih dalam penjagaan ketat. Beberapa ruas jalan utama dijaga oleh petugas untuk mengantisipasi pergerakan para napi yang masih dalam pelarian.

Diharapkan dalam waktu dekat, seluruh napi yang kabur dapat segera ditangkap. Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat agar tidak memberikan perlindungan kepada para buronan dan segera melapor jika memiliki informasi.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem pemasyarakatan di Indonesia. Jika tidak segera dilakukan evaluasi, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terulang di Lapas lainnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.