Sabtu, Juni 6, 2026

Jakarta E-Prix 2025 Dihujani Kritik, tapi Formula E Masih Berharap Kembali di 2026

Jakarta E-Prix 2025 menuai banyak kritik usai sesi latihan bebas kedua (FP2) di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) diganggu hujan deras. Lintasan berlumpur menyebabkan mobil kehilangan traksi, visibilitas terganggu akibat cipratan lumpur ke visor, dan beberapa pembalap nyaris tergelincir. Engineer DS Penske bahkan menyebut kondisi ini “berbahaya banget”, sementara tim-tim peserta meminta pembersihan total lintasan sebelum kualifikasi.

Selain lumpur, debu tebal juga menjadi masalah utama. Jake Dennis dari Tim Andretti menyebut sirkuit terlalu berdebu dan menyulitkan aksi menyalip. Ia juga menyoroti panas dan lembapnya cuaca Jakarta sebagai tantangan besar. Meski start dari pole position dan sempat memimpin, Dennis justru finis ke-17, kalah dari Dan Ticktum yang keluar sebagai juara.

Insiden ini ramai diperbincangkan publik dan netizen, yang melontarkan komentar sarkastik seperti

“Gen3 Evo sih canggih, tapi jangan suruh berenang dong…”
“Baru kemarin diumumkan, sekarang sudah dikasih tamparan realita.”
“Jakarta E-Prix 2025: balapan atau survival mode?”

Kritik pun mengarah pada kondisi geografis sirkuit yang dibangun di atas lahan reklamasi dan belum siap menghadapi cuaca ekstrem tropis.

Meski banyak sorotan negatif, Formula E tetap berharap Jakarta kembali jadi tuan rumah pada 2026. Co-founder Formula E Alberto Longo menyebut antusiasme penonton dan posisi strategis Jakarta sebagai alasan kuat. Kontrak Jakarta E-Prix memang habis tahun ini, namun Formula E kini tengah berdiskusi untuk memperpanjang kerja sama.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.