Kamis, Juni 11, 2026

Dihantam Badai Kapal DPRD Mentawai Terbalik, 17 Selamat 1 Masih Hilang

Sebuah kapal cepat yang mengangkut rombongan DPRD dan pegawai pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terbalik akibat badai di perairan Selat Sipora, Sumatera Barat, pada Senin (14/7/2025). Insiden tragis ini mengakibatkan 17 penumpang ditemukan selamat, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Mentawai, Rudi, menyampaikan bahwa insiden bermula saat kapal berukuran 12 meter dengan mesin 40 PK bertolak dari Sikakap menuju Tuapejat. Di tengah perjalanan, kapal dihantam cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang, menyebabkan kapal terbalik di perairan Mapinang Ujung, Kecamatan Pagai Utara.

“Cuaca buruk dengan badai, angin kencang, dan hujan deras terjadi sekitar 30 menit setelah mereka berangkat,” ungkap Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, Selasa (15/7).

Rinto yang ikut dalam rombongan menggunakan kapal Mego, menyebut kapal yang terbalik membawa 18 orang, termasuk anggota DPRD, pegawai OPD seperti Dinas PUPR dan Dinas PKP, hingga anak-anak.

“Kami satu rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat,” katanya.

Menurut Rinto, enam penumpang bahkan harus berenang selama enam jam untuk mencapai daratan dan mencari pertolongan. “Beruntung, seluruh 18 penumpang selamat setelah berenang,” ujarnya.

Namun, laporan terbaru menyatakan bahwa satu orang masih belum ditemukan. “Alhamdulillah, 17 orang sudah ditemukan selamat. Mereka dalam kondisi trauma namun stabil,” kata Rudi.

Sebanyak 10 korban ditemukan di sekitar Dusun Kulukubuk dan telah dievakuasi ke atas KN SAR Ramawijaya 240. Sementara tujuh korban lainnya telah lebih dulu diselamatkan dan berada di kapal SAR sejak kemarin.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari Kepala Dusun Mapinang Utara pada pukul 17.40 WIB, Senin. Dua armada, KN SAR Ramawijaya 240 dan RIB 02 Mentawai, diberangkatkan untuk menyisir lokasi kejadian dengan estimasi tempuh 1,5 jam dari Dermaga Tuapejat.

“Kami memfokuskan pencarian di sekitar lokasi dugaan kecelakaan untuk menemukan semua korban,” jelas Rudi.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut turut memantau insiden ini. Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno, mengatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Cuaca buruk diduga menjadi penyebab terjadi kecelakaan kapal tersebut,” katanya.

Hingga kini, identitas korban yang masih hilang belum diumumkan secara resmi demi menjaga privasi keluarga. Namun, diduga korban tersebut merupakan anggota DPRD yang ikut dalam rombongan.

Pemerintah daerah bersama Basarnas dan Forkopimda terus melakukan koordinasi di lapangan. Para korban selamat telah dibawa ke RSUD Mentawai di Tuapejat untuk mendapatkan perawatan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.