Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa kondisi sekolah yang rusak tidak tepat dibandingkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keduanya merupakan persoalan yang berbeda karena memiliki tujuan, anggaran, serta mekanisme pelaksanaan yang tidak sama.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kritik publik yang membandingkan besarnya anggaran MBG dengan masih banyaknya bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan. Kepala BGN menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan kewenangan dan pos anggaran yang berbeda dengan program pemenuhan gizi nasional.
Menurut BGN, tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat. Karena itu, program tersebut dinilai tidak bisa dipertentangkan dengan kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah.
Meski demikian, perdebatan mengenai prioritas anggaran masih terus bergulir di ruang publik. Sebagian masyarakat menilai pemerintah perlu menyeimbangkan pemenuhan gizi dengan percepatan perbaikan fasilitas pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara layak.