Minggu, Juni 7, 2026

Hitung Mundur Dimulai, Mahasiswa Ancam “Reformasi Jilid 2” Jika Rupiah Tak Diselamatkan!

Aksi mahasiswa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah pada Jumat (5/6/2026) memunculkan ultimatum kepada pemerintah terkait pelemahan nilai tukar rupiah.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah memberi tenggat 18 hari agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat rupiah dan menstabilkan perekonomian nasional.

Demonstrasi diikuti perwakilan mahasiswa dari Semarang dan Surakarta. Massa datang membawa spanduk bertuliskan “RIP. Rupiah Sekarat” dan “Turut Berdukacita atas Matinya Rupiah”.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan orasi, menghamburkan uang mainan, membakarnya sebagai simbol, serta menabur bunga di atasnya.

Sebelum aksi berakhir, peserta juga secara simbolis menyegel pintu masuk kantor BI Jateng menggunakan spanduk dan pita perekat hitam-kuning.

Tuntutan mahasiswa

  1. Pemerintah diminta segera menyusun kebijakan untuk menguatkan rupiah.
Mahasiswa mendesak langkah strategis dari Presiden, Menteri Keuangan, dan Gubernur BI untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional.
  2. Mereka menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.
BEM SI Jateng menilai pemerintah perlu menunjukkan kebijakan yang dapat mengembalikan stabilitas ekonomi.
  3. Jika dalam 18 hari tidak ada perubahan, mahasiswa mengancam menggelar aksi lebih besar bertajuk “Reformasi Jilid 2”.
Aksi lanjutan disebut berpotensi digelar dengan skala lebih besar, termasuk kemungkinan menuju Jakarta.

Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Kevin Priambodo, mengatakan keresahan mahasiswa muncul karena pelemahan rupiah dianggap terus berlanjut sementara pemerintah dinilai belum menunjukkan respons yang memadai.

“Kami menunggu ada perbaikan kondisi ekonomi. Kemudian, bagaimana rupiah ini segera menguat dan lahir kebijakan yang mampu membuat ekonomi kembali stabil,” ujar Kevin.

Kevin menegaskan pembakaran uang mainan bukan dimaksudkan untuk menghina simbol pada mata uang rupiah, melainkan sebagai gambaran kondisi rupiah yang dinilai semakin terpuruk. Ia juga menyebut penyegelan kantor BI Jateng hanya simbol awal perlawanan mahasiswa di Jawa Tengah.

Mahasiswa khawatir pelemahan ekonomi berkepanjangan akan berdampak luas kepada masyarakat, termasuk potensi kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok apabila beban anggaran negara semakin besar dan subsidi berkurang di masa mendatang.

Hingga aksi berakhir, demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan tidak dilaporkan terjadi bentrokan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.