JAKARTA — Di tengah santernya gempuran desakan publik agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru muncul membawa narasi perlawanan. Alih-alih ciut nyali, partai berlogo mawar ini malah sesumbar bahwa Sang Wapres tak akan goyah sedikit pun dan siap mempertahankan takhtanya hingga 2029.
Kader PSI, Dedy Nur Palakka, merespons pusaran polemik ini dengan klaim yang cukup bikin geleng kepala. Menyusul terbantahkannya rumor pengunduran diri Gibran yang beredar luas, Dedy memprediksi situasi ini justru menjadi bensin yang akan membakar rasa percaya diri putra sulung Jokowi tersebut. Alih-alih tertekan, Gibran diklaim bakal semakin berani menghadapi gempuran tuntutan publik.
“Berita Gibran Rakabuming Raka mau mundur itu ternyata hoax. Gibran Rakabuming Raka sepertinya akan tetap menjadi wapres sampai 2029,” koar Dedy, Jumat (9/10/2026).
Tak tanggung-tanggung, Dedy bahkan menambahkan bumbu retorika bahwa Gibran siap menghadapi segala tekanan yang ada.
“Setelahnya mungkin bisa lanjut atau tampil percaya diri menantang zaman,” terangnya yakin.
Kepercayaan diri level dewa ala PSI ini sejalan dengan manuver relawan Projo yang langsung pasang badan sebagai ‘tameng’. Menyadari beredarnya pesan berantai liar di WhatsApp yang mengklaim Gibran bakal meletakkan jabatan pada 9 Oktober, Projo buru-buru menetapkan status hoaks atas informasi tak bertuan tersebut.
Organisasi relawan garis keras ini mengultimatum publik agar tidak mudah menelan mentah-mentah narasi liar, termasuk soal isu pembagian tiga jatah menteri untuk parpol tertentu. Mereka mendesak masyarakat untuk menyaring segala informasi politik yang berseliweran.
“Masyarakat diimbau tidak ikut menyebarkan pesan tersebut sebelum melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah, lembaga negara, maupun pernyataan resmi pihak-pihak yang namanya dicatut,” tegas pihak Projo.